Tadi siang, pukul 13.30, aku bareng big bos meluncur ke Gedung Juang, Jl.
Menteng Raya, meliput deklarasi Capres-Cawapres, Amien Rais-Siswono Yudo Husodo.
Di pelataran Gedung Juang sudah berkumpul puluhan massa yang mengelu-elukan
Amien Rais dan Siswono.

Tugas
utamaku kali ini adalah berusaha mengambil foto close-up Amien Rais beserta
istri meski dengan peralatan foto yang sederhana. Sambil berdesak-desakan
dengan fotografer-fotografer lain yang mempunyai kamera yang sudah canggih,
aku berusaha maju ke depan sedikit demi sedikit. Untunglah, usahaku tidak
sia-sia, beberapa foto Amien Rais beserta istri berhasil kuperoleh dari jarak
dekat.
Dalam acara deklarasi ini, hadir juga selebriti kondang, di antaranya Wanda Hamidah, Franky Sahilatua, Ozzy, Bimbim ‘Slank’ (lihat
foto), dan sebagainya. Tidak ketinggalan da’i kondang, AA Gym ikut mengisi acara membawakan doa penutup. Di sana ada juga Muktar Pakpahan,
Sukmawati Soekarnoputri, AM. Fatwa, dan sebagainya.
Posisi yang berdesak-desakan sambil berjongkok selama acara membuat kakiku
kesemutan. Untung acara tidak terlalu lama. Setelah mendengarkan pidato dari
Amien Rais dan Siswono Yudo Husodo yang disebut-sebut sebagai Dwi Tunggal
yang berani, jujur dan amanah, Franky Sahilatua secara spontan menawarkan
diri menyanyikan sebuah lagu singkat tentang kejujuran. Bangsa ini harus dibangun
dengan kejujuran. Lagunya lumayan enak sehingga semua orang ikut bernyanyi
bersama-sama.
Bimbim ‘Slank’ rupanya tidak mau ketinggalan. Beberapa orang berteriak-teriak, “Bimbim dong…!” Akhirnya, dengan sebuah gitar,
Bimbim menyanyikan lagu yang mengajak kita semua untuk bekerja dan berkarya, jangan jadi pemalas.
Begitu acara selesai, aku dan big bos, meluncur pulang. Tak disangka, big
bos mampir dulu ke tempat makan ‘Martabak Kubang’, Jl. Dr. Saharjo 98. Katanya,
martabak Kubang ini enak. Mirip-mirip martabak telor, namun jauh lebih tebal
dan padat berisi daging sapi cincang, dengan rasa rasa bumbu sate padang.
Harganya pun tergolong ‘uenak’, satu porsi Rp. 17.500,-
Singkat cerita, begitu pesanan dibungkus, kami meluncur pulang dan tiba di
rumah sekitar pukul 16.30 sore. Aku berganti pakaian, lalu menyantap Martabak
Kubang untuk pertama kalinya. Rasa laparku akhirnya terobati juga.
Popularity: 1% [?]
Tulisan Terkait
- Tidak ada tulisan terkait.