Hari masih pagi. Gelisah jiwa agak menggangguku mulai tadi malam. Handphoneku masih tergelatak di
samping bantal tempat kepalaku menaruh segala bebannya. Jam 5 pagi, kataku dalam hati.
Sekumpulan hikmat berseliweran dalam pikiranku.
Ada banyak perkataan negatif dan pesimis beterbangan bagai debu di luar sana. Debu-debu keraguan,
ketakutan, kebimbangan dan kekecewaan melayang-layang lalu menyangkut di mata orang-orang sehingga
terganggu melihat masa depan. Pandangan pada tujuan di masa depan menjadi kabur akibat debu-debu kecil
yang bila tidak disingkirkan akan mematikan semangat hidup dan harapan-harapan.
Manusia hidup karena
mempunyai harapan. Tapi sayang, kekecewaan dan ketakutan, membuat banyak orang enggan berharap dan
memilih menjadi manusia yang terus merasa kecewa. Ia hidup untuk dirinya sendiri demi keuntungan dirinya
sendiri karena takut dikecewakan.
Semua orang mempunyai kisah kehidupannya masing-masing. Kenyataannya, semua bermula dari pikiran.
Bagaimana orang itu seperti adanya sekarang, itu buah dari pikiran-pikirannya. Orang-orang yang berhasil,
orang-orang besar dalam iman, mereka semua memiliki pikiran yang besar dan selalu memberi dan mengharapkan
yang terbaik dalam kehidupannya. Rintangan dan tantangan boleh datang silih berganti, tapi pengharapan
tidak boleh mati dalam kehidupannya.
Orang-orang yang pikirannya selalu mengeluh, memberi dan berharap seadanya, setengah-setengah, bahkan pas-pasan,
akan menjadi orang-orang yang menerima sesuai dengan pikiran dan harapannya itu yaitu pas-pasan dan
setengah-setengah.
Mereka yang terus berharap akan bertahan hingga kesudahan, mereka akan sanggup bertahan menghadapi segala
tantangan dan cobaan. Namun, mereka yang berharap seadanya, tanpa tujuan dan iman, mendua hati, dan setengah-
setengah, akan mudah goyah dan tidak sedikit yang sudah kalah sebelum bertanding.
Eleanor Roosevelt pernah berkata, “The future belongs to those who believe in the beauty
of their dreams“. Masa depan ada di tangan orang-orang yang percaya (berharap) akan keindahan mimpi-mimpinya.
Masa depan ada di tangan kita dan tidak ditentukan oleh bibir-bibir pesimis yang senantiasa mengeluh
karena pernah dikecewakan dan gagal. Setiap orang bisa membuat perbedaan dan itu harus dimulai dari
pikiran yang BERBEDA. Orang bisa berkata banyak hal yang menjatuhkan tapi setiap orang selalu mempunyai
kesempatan untuk menjadi BERBEDA. Firman Tuhan mengatakan, “Jadilah sesuai dengan imanmu (perkataanmu).”
Harapkanlah yang terbaik dan berikanlah yang terbaik. Memiliki yang terbaik artinya mensyukuri
semua yang sudah Tuhan berikan dalam kehidupanmu. Yang terbaik adalah bersyukur karena Tuhan selalu
memberikan yang terbaik. Akhir kata, sebuah pepatah mengatakan,
“Don’t worry so much about tomorrow that you forget to live today”.
* Rangkaian Tulisan Pembuka menjelang bulan Mei 2004, sebuah awal
perjalanan…
Popularity: 1% [?]
Tulisan Terkait
- Tidak ada tulisan terkait.