The best way to control our thoughts is to offer the mind to God in complete surrender. - A.W.Tozer
Bible Study

Kumpulan Bahan Belajar Alkitab dalam format file pdf.

Computer & Internet

Semua tips komputer dan internet yang wajib untuk diketahui

Download

Wallpaper, Clipart, semua yang gratis ada di sini.

Jokes

Tempat melepas penat dengan tertawa.

Renungan

Tempat merenungkan kebaikan dan kasih setia Tuhan.

Home » Tulisan Jiwa

Aku Siap

Submitted by riel on 11/04/2004 – 8:22 AM | 192 views
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Aku berdiri tegak tidak jauh dari seorang pedagang VCD yang sedang memutar
sebuah lagu karangan Ari Lasso. Sambil menarik nafas panjang, aku menengadah
ke atas menjangkau langit namun pandanganku terhalang oleh sebuah pohon yang
tinggi besar.

Buah pohon itu berwarna sangat hijau. Kelihatannya masih membutuhkan waktu
sangat lama untuk matang sehingga bisa dipetik dan dinikmati buahnya.

Aku masih berdiri tegak. Puluhan orang melewatiku, berhenti lalu menoleh
ke arah kiri melihat jauh ke depan. “Kereta belum datang,” kata seorang dari
mereka. Sementara itu, suara seorang pedagang terdengar jelas sedang menjajakan
berbagai jenis pisau. Berulang kali ia memperagakan betapa tajamnya pisau
dagangannya sehingga kertas koran pun bisa diiris-iris dengan mudah.

Aku buang pandanganku ke arah kanan berlawanan dari arah kereta yang belum juga datang. Dalam keramaian
itu, hatiku menyanyikan sebuah lagu yang tak terkatakan tentang cinta yang Tuhan kehendaki. Cinta sepasang manusia yang direstui Allah
dan diberkati Allah.

Bayangan buah pohon yang berwarna hijau itu mengajarkanku satu hal. Buah
yang matang membutuhkan waktu agar bisa dimakan. Ketika kita berdoa agar kehendak
Tuhan jadi dalam kehidupan kita, Tuhan tersenyum kepada kita. Ketika kita
berdoa agar Tuhan menjadikan kita murid yang dewasa dalam iman dan pengharapan,
Tuhan tertawa kepada kita. Ketika kita berdoa agar Tuhan menganugerahkan cinta
yang murni dan dewasa, Tuhan bertepuk tangan kepada kita.

Aku ikut tersenyum, tertawa dan bertepuk tangan bersama Tuhan. Namun, dalam
senyum, tawa dan tepuk tangan itu, Roh Allah berbisik, “Semua yang indah,
semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang mulia, semua yang
tak pernah dilihat oleh mata, semua yang tak pernah dipikirkan oleh hati manusia,
selalu berurusan dengan waktu dan air mata.”

Aku kembali menengadah ke atas melihat pohon itu. Jiwaku berbisik, “Aku siap
…”

* Rangkaian Tulisan Pembuka menjelang bulan Mei 2004, sebuah awal
perjalanan…

Popularity: 1% [?]

  • Share/Bookmark

Tulisan Terkait

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.