Home » Wow Articles Kehidupan yang Memuaskan
Submitted by riel on 06/04/2004 10:57 AM | 179 views 
Loading ...
Dalam bukunya yang berjudul "Facing Loneliness" (Mengatasi Kesepian),
J. Oswald Sanders menulis bahwa, "Berada di lingkungan yang menyenangkan
atau mewah adalah usaha yang sia-sia untuk lari dari hati yang sakit. Seorang
hartawan biasanya adalah orang yang kesepian, dan seorang pelawak seringkali
lebih tidak bahagia daripada penontonnya."
Sanders memulai dengan menekankan bahwa kesuksesan seringkali tidak mampu
memberikan kepuasan. Kemudian ia menyebut nama Henry Martyn, seorang sarjana
terkenal, sebagai contoh untuk menjelaskan apa yang dimaksud olehnya.
Martyn, seorang mahasiswa Universitas Cambridge, mendapat penghargaan tertinggi
karena mampu menyelesaikan studinya di bidang matematika pada usia 20 tahun.
Memang ia telah mencapai prestasi tertinggi di bidangnya. Namun di sisi lain,
ia merasakan kekosongan di dalam dirinya. la berkata bahwa meskipun ia meraih
keberhasilan dalam jenjang prestasi, namun ia hanya "meraih bayang-bayang."
Setelah ia mengevaluasi tujuan hidupnya, Martyn berlayar ke India dan menjadi
penginjil pada usia 24 tahun. Ketika ia tiba di sana, ia pun berdoa, "Tuhan,
biarlah diri saya menjadi persembahan bagi-Mu." Tujuh tahun kemudian
sebelum ia meninggal, ia telah menerjemahkan Perjanjian Baru ke dalam tiga
bahasa Timur yang sulit. Ini merupakan keberhasilan yang gemilang, tidak hanya
sekadar "bayang-bayang".
Kepuasan sejati hanya ada di dalam Kristus. Keseluruhan hidup yang diserahkan
untuk Tuhan merupakan hidup yang sungguh-sungguh memuaskan. Kehidupan yang
berhasil adalah kehidupan yang penuh dengan kasih kepada Tuhan dan sesama.
Sumber: Rehobot News, Edisi 194, 4 April 2004
Popularity: 1% [?]
Tulisan Terkait
- Tidak ada tulisan terkait.