True faith is not the intellectual ability to visualize unseen things to the satisfaction of our imperfect minds; it is rather the moral power to trust Christ. - A.W.Tozer
Bible Study

Kumpulan Bahan Belajar Alkitab dalam format file pdf.

Computer & Internet

Semua tips komputer dan internet yang wajib untuk diketahui

Download

Wallpaper, Clipart, semua yang gratis ada di sini.

Jokes

Tempat melepas penat dengan tertawa.

Renungan

Tempat merenungkan kebaikan dan kasih setia Tuhan.

Home » Daily Life

Jarang Baca Buku

Submitted by riel on 13/03/2004 – 1:45 PM | 244 views
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Sabtu malam yang lalu (6/3/2004), aku mampir ke toko buku Gramedia. Pengeluaranku
yang terbesar selain komputer adalah membeli buku. Semenjak Agustus hingga
saat ini, aku sudah sangat jarang membaca buku, selain karena pekerjaan kantor,
juga karena ‘pekerjaan’ yang baru, mengurusi tuan puteri yang senang dimanja.

Hari itu, aku berencana hendak membeli buku atau majalah yang terbilang bagus.
Tapi sayang, tidak ada satupun yang menarik hati. Majalah dan tabloid komputer
seperti ‘CHIP’, ‘Komputer Aktif’, ‘Linux’, ‘Computer Easy’, ‘PCPlus’, ‘Komputek’
tidak lagi menarik. Dulu, hampir setiap bulan aku pasti membeli salah satu
atau beberapa dari antara mereka. Tapi sekarang, aku malas sekali membaca
majalah/tabloid komputer karena belakangan ini isinya cuma info produk dan
tips dan tricks.

Bosen baca majalah/tabloid komputer, aku pindah ke majalah/tabloid selular,
mulai dari majalah ‘Selular’ hingga Tabloid ‘SMS’, ‘Ponsel’, dsb-nya, habis
kulahap. Tapi akhirnya bosen juga ngeliat majalah/tabloid itu karena isinya
itu-itu aja, info ponsel baru lalu trend dan layanan baru seputar ponsel.

Singkat cerita, perburuanku akan buku-buku yang menarik berakhir dengan membeli
satu buku tipis berjudul ‘Pasangan Profetik’. Selesai berburu buku, aku mampir
ke restoran Dunkin Donut membeli cheese burger di lantai dasar. Sembari menunggu
pesanan dibungkus, lagu sedih ‘putus cinta’ Hedi Yunus mengalun mellow mengingatkan
kembali masa-masa waktu SMA dulu, “Kutahu pasti… hatimu tahu… walau tak
baca suratku…” Meski cuma beberapa kali denger lagu ini di TV, reff-nya
itu nggak hilang dari ingatan.

Keluar dari Gramedia, aku tergiur untuk menikmati bakso Bang Erik yang terkenal
itu yang tempatnya tidak jauh dari Gramedia. Aku pesan bakso pake telor lalu
menyantapnya dengan bersemangat. Asik juga yah malam-malam makan bakso dengan
semangat 45. Puas makan, aku lalu pulang dengan berbajaj-ria langsung ke rumah.

Belakangan ini, sulit sekali menemukan buku-buku menarik yang sesuai kebutuhanku.
Untuk sementara ini, aku sudah cukup puas membaca surat kabar Kompas dan Pembaruan
serta tutorial atau artikel-artikel tertentu dari internet. Mudah-mudahan,
dalam waktu dekat ini, ada buku yang bisa kubaca untuk jadi bahan perenungan
dan menambah wawasan.

Popularity: 1% [?]

  • Share/Bookmark

Tulisan Terkait

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.