To be heavenly-minded we must think heavenly thoughts. - A.W.Tozer
Bible Study

Kumpulan Bahan Belajar Alkitab dalam format file pdf.

Computer & Internet

Semua tips komputer dan internet yang wajib untuk diketahui

Download

Wallpaper, Clipart, semua yang gratis ada di sini.

Jokes

Tempat melepas penat dengan tertawa.

Renungan

Tempat merenungkan kebaikan dan kasih setia Tuhan.

Home » Sobat UF

A Valentine’s Story : The Price of Love

Submitted by admin on 15/02/2004 – 9:49 PM | 368 views
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Alkisah di sebuah desa hiduplah seorang wanita dengan wajah yang buruk rupa.
Sedemikian buruknya sehingga para pemuda di desa itu menjauhinya. Di desa
tersebut ada sebuah kebiasaan untuk memberi mas kawin dari pria yang hendak
melamar gadis.

Banyak tidaknya mas kawin yang diberikan tersebut tergantung dari kecantikan
sang gadis. Jadi apabila gadis itu berwajah biasa-biasa saja, maka mas kawinnya
berharga seekor kambing. Kalau lebih cantik lagi, jumlah kambingnya bertambah
banyak. Dan yang terbanyak mas kawinnya sampai saat itu adalah mas kawin primadona
di desa tersebut, sebanyak 10 ekor kambing.

Setiap orang berguman tentang ‘harga’ gadis jelek itu. Mereka
berkata; “Ah, dia kan buruk rupa. Mana ada yang mau dengan dia. Jangankan
seekor kambing, seekor ayampun pasti tidak ada yang mau membayarnya.”

Dan yang lain berkata: “Jangankan seekor ayam, membayarnya dengan bangkai
ayam matipun pasti tidak ada yang mau.”

Dan mereka menertawakan nasib gadis malang yang buruk rupa itu. Gadis itu
bolak-balik medengar gurauan mereka, dan hatinya menjadi sedih dan terluka.
Harga dirinya rusak, dan dia sendiri hampir percaya, bahwa tidak ada seorangpun
yang mau mengambil dia sebagai istri.

Sampai suatu saat, tersiar kabar bahwa gadis buruk rupa itu disunting oleh
pemuda dari desa seberang. Dan penduduk desapun bertanya-tanya, pemuda malang
manakah yang gila meminang gadis buruk rupa itu?

Mereka berbondong-bondong datang ke rumah orang tua gadis buruk rupa tersebut
dan bermaksud menanyakan tentang kebenaran hal tersebut. Dan alangkah kagetnya
mereka, ketika sampai di sana, mereka menemukan mas kawin dari pemuda itu.

Mas kawinnya berupa sapi! Tidak pernah ada seorang wanita cantik manapun
yang pernah diberi mas kawin semahal dan seberharga itu! Bahkan gadis tercantik
di desa itu hanya ‘seberharga’ 10 ekor kambing.

Dan mereka lebih terkejut lagi ketika mendapatkan bahwa tidak hanya seekor
sapi, tapi ada sepuluh ekor sapi di kandang di samping rumah gadis buruk rupa
itu. Sepuluh? Ya sepuluh ekor sapi!

Mereka tambah penasaran. Oleh sebab itu, penduduk berbondong-bondong berjalan
ke desa seberang untuk melihat bagaimana nasib wanita buruk rupa itu. Berjuta
pertanyaan muncul saat itu.

"Kok pemuda itu gila ya? Matanya buta kali, nggak liat apa kalo dia
jelek setengah mati?"

"Ah jangan-jangan cuma dijadikan pembantu rumah tangga, pasti diberi
makanan yang sedikit lalu dijual lagi ke pedagang budak belian."

Ketika sampai di rumah pemuda tersebut, mereka melihat bahwa rumah tersebut
amatlah mewah. Dindingnya diukir dengan amat indah. Dan mereka semakin yakin
bahwa dugaan mereka tentang wanita malang ini akan dijadikan pembantu rumah
tangga dan budak adalah benar.

Ketika mereka mengetuk pintu, seorang pemuda yang amat tampan menyambut mereka.
Dia memperkenalkan diri sebagai pemilik rumah. Mereka bertanya apakah mereka
bisa bertemu dengan gadis tersebut. Sang pemuda kembali masuk ke rumah, setelah
mempersilahkan mereka duduk di ruang tamu.

Seorang wanita muda yang cantik datang menyambut mereka. Rambutnya tertata
rapi, tutur katanya halus, dengan ramah ia mempersilahkan mereka mengambil
makanan dan minuman.

Penduduk bertanya, di manakah gerangan gadis yang berasal dari desa mereka?
Apakah baik-baik saja? Dimanakah ia sekarang?

Wanita yang cantik tersebut menjawab, "Sayalah orangnya".

Orang-orangpun melongo, melotot, dan tak mampu berkata-kata. Mereka bertanya?
Apakah benar? Apakah mereka tak salah liat? Gadis itu kan jelek sekali, sementara
wanita di depan mereka itu amat anggun, amat cantik.

Wanita tersebut berkata, "Saya merasa cantik, ketika saya mengetahui
bahwa suami saya menghargai saya dengan jumlah yang amat tinggi. Saya sadar
bahwa dia berusaha berkata bahwa saya cantik, bukan seperti apa kata orang,
tetapi karena dia mencintai saya sebesar itu. Sebagai balasannya, "Saya
berusaha memberikan yang terbaik yang pernah saya bisa berikan, karena saya
tahu, suami saya membeli saya dengan harga yang amat mahal. Saya berdandan
dengan cantik, saya mengubah model rambut saya, dan berusaha menyenangkan hati
suami saya. Dan inilah saya yang sekarang.

*********

Cerita itu saya dapatkan bertahun-tahun lalu, ketika saya kuliah dan mengikuti
mata kuliah agama. Dan saya jadi berpikir, saya pun mau mendapatkan suami
yang menghargai saya sebesar itu, meski menurut orang lain saya tak seberharga
itu.

Tapi…. Ada seseorang yang menghargai kamu lebih dari sekedar 10 ekor
sapi. Ada seseorang yang menghargai kamu dengan nyawanya sendiri. Nah sekarang,
engkau tahu ada seseorang yang benar-benar mencintai engkau. Dan harganya
adalah nyawanya sendiri. Gadis itu telah menghargai dirinya sendiri dengan
baik. Dia tahu bahwa suaminya membelinya dengan harga yang amat mahal. Dan
pertanyaannya sekarang, apakah balasanmu untuk-Nya yang telah membelimu dari
dosa dengan menebusnya di atas kayu salib?

My tought:

Engkau berharga, untuk itulah Dia rela mati di atas kayu salib demi menebus
dosa-dosa-Mu. Biarpun seluruh dunia berkata bahwa engkau tidak berharga, tapi
engkau tetap berharga dimata-Nya.

Suatu hari Mee pernah bertanya secara pribadi kepada Daddy. Dad, sebesar
apakah Engkau mengasihi aku? Dia menjawab dengan merentangkan tangan-Nya di
atas kayu salib dan mati bagiku. Harga sebuah cinta dari-Nya adalah nyawa-Nya,
Dia mati buat saya dan kamu.

For God had such love for the world that He gave His only Son, so that whoever
has faith in Him may not come to destruction but have eternal life. (John
3:16).

My Prayer:

J, thx dah beli saya dengan harga semahal itu. Saya tidak akan menyia-nyiakan
pengorbananMu. Thx. Buat orang lain mungkin saya bukan apa-apa, tapi buat
J, saya adalah segalanya.

Popularity: 1% [?]

  • Share/Bookmark

Tulisan Terkait

3 Comments »

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.