Bunga mawar dan cokelat. Burung merpati dan Cupid, sosok anak kecil bersayap
memegang busur panah yang menyebarkan cinta dengan anak panahnya. Gambar hati
berwarna merah muda pada kartu bertuliskan kalimat manis atau terkadang konyol.
Ya, inilah fenomena Hari Valentine, Hari Kasih Sayang!
Sebagai salah satu tradisi tertua yang masih dirayakan, tanggal 14 Februari
diterima di berbagai belahan dunia sebagai hari Kasih Sayang. Saat untuk memberikan
hadiah cinta dan persahabatan kepada orang-orang terdekat. Tanpa perlu ikut
tanda tangan, menghadiri rapat akbar, atau pengumpulan kartu identitas, kebiasaan
ini pun lalu diterima masyarakat, termasuk oleh warga kota- kota besar di
Indonesia.
"Valentine harus menjadi kenangan begitu manis," ujar Anne Gouw,
Direktur Gelato Bar di Dharmawangsa Square, Jakarta Selatan, Selasa (10/2)
lalu.
Untuk mengungkapkan rasa kasih sayang itu, kata Anne, pihaknya akan menjanjikan
bingkisan spesial di sepanjang hari Valentine itu. Selain bunga mawar merah,
Gelato Bar juga akan menggelar pemilihan pengunjungnya yang berpakaian terbaik.
Tentu, nuansa warna merah jambu alias pink haruslah diutamakan. "Pokoknya,
pengunjung berbusana paling menarik akan diberikan hadiah boneka yang bisa
berciuman," ujar Anne.
Dalam kemasan di hari kasih sayang ini, Gelato Bar juga menyajikan menu spesial,
seperti chocolate love, banana chocolate smoothie, strawberry kisses, dan
death by chocolate.
Untuk menampilkan suasana lebih romantis, Dining Palace Restaurant di Dharmawangsa
Square akan men-setting ruangannya sedemikian rupa sehingga pasangan tua maupun
muda yang ingin bersantap di restoran Cina ini akan merasakan keakrabannya.
"Karena Valentine menjadi begitu istimewa, pasangan- pasangan itu juga
akan diberikan bingkisan berupa bunga mawar dan minuman anggur merah,"
ujar Executive Manager Dining Palace Alex Loo.
Sup Sip Restaurant menyajikan tema "Say Love With Thai Food". Nuansa
romantis dengan lilin menyala akan disajikan sehingga pasangan-pasangan yang
mengambil set menu untuk makan malam menjadi terasa semakin romantis.
Di Dharmawangsa Square yang memiliki slogan The Most Beautiful City Walk
itu, Tator Cafee akan diberikan bingkisan berupa cokelat berbentuk hati.
Direksi Toko Roti Jesslyn K Cakes, Agus Nubarni, menuturkan, "Valentine
itu identik dengan kasih yang dicurahkan di dalam keluarga. Karena itulah,
bingkisan untuk Valentine kali ini diungkapkan dengan paket istimewa berupa
roti berbentuk hati pink, cookies hati strawberry, dan juga balon-balon hati."
Untuk menyemarakkan Hari Valentine ini, Okky and Paul malah menggelar habis-habisan
berbagai bentuk cokelat. Sepanjang hari itu, pihak Okky and Paul juga akan
memperagakan bagaimana membuat berbagai bentuk cokelat menjadi bingkisan nan
indah.
Marketing Manager Dharmawangsa Square Veronica Susilo mengatakan, "Suasana
hari kasih sayang itu disajikan pula dengan berbagai hiasan-hiasan menarik
di sekitar pusat perbelanjaan yang unik ini. Cinta, itulah yang akan ditampilkan
untuk membawa pengunjung pada suasana kenyamanan dan kedamaian."
Kesemarakan Valentine’s Day itu juga diungkapkan dengan berbagai acara
di Hotel Hilton International, misalnya, mengetengahkan nuansa romantis dengan
makan malam bersama pasangan di Taman Sari Restaurant. Set menu spesial, antara
lain, udang besar, asparagus risotto, confit tomatoes, dan nantua creamy reduction.
Hidangan penutup disajikan kue strawberry yogurt cream dengan saus pistachio
anggur merah. Seluruh sajian istimewa itu ditawarkan seharga Rp 400.000 per
orang.
Lain halnya dengan Hotel Dusit Mangga Dua yang menghadirkan hiburan menarik
pada malam hari. Bintang tamunya penyanyi Shanty, VJ Nirina Zubir, dan Indra
Bekti di Happy Dragon Pub.
Selain itu, Planet Hollywood Jakarta juga menyajikan "Valentine Dinner"
dengan pengisi acara Second Born Band. Set menu seharga Rp 150.000 per orang
dapat menjadi pilihan pasangan yang ingin menikmati makan malam. Bagi pasangan
yang mengambil set menu akan mendapatkan bunga mawar, cokelat, dan boneka
Teddy Bear.
Nuansa merah muda, merah, dan putih pun merasuk ke berbagai pusat perbelanjaan.
Mal Taman Anggrek, Kelapa Gading Mall, Hotel Ciputra, misalnya. Sejumlah gerai
mulai menyajikan berbagai pernak-pernik Valentine.
MENILIK sejarahnya, perayaan Hari Valentine menimbulkan banyak pertanyaan
membingungkan perihal asal-usulnya. Sama membingungkannya dengan mencari hubungan
antara kasih sayang dengan nama Valentine.
Berbagai cerita pun digali untuk menjelaskan. Salah satu versi yang tidak
terlalu banyak dikutip menyebutkan, tradisi Valentine berasal dari pawai sejumlah
wanita di Jerman pada abad pertengahan. Mereka mengawal sebuah kereta yang
dipercaya sedang ditumpangi seorang dewi. Iring-iringan itu disambut sukacita
oleh masyarakat.
Dalam festival kuno penuh sukacita yang bisa berlangsung sampai 12 hari itu,
wanita bebas melakukan apa saja termasuk seks, karena dihormati sebagai simbol
kesuburan. Asal-usul penggunaan nama St Valentine pada perayaan di awal musim
semi itu diduga erat kaitannya dengan kegerahan pihak gereja dan upaya untuk
mengontrol jalannya festival.
Versi lain yang paling sering muncul mencatat, Hari Kasih Sayang merujuk
pada festival Lupercalia yang dirayakan bangsa Roma sejak berabad-abad sebelum
masehi. Festival yang diadakan pertengahan bulan Februari ini didedikasikan
untuk memuja Dewa Faunus, dewa pelindung pertanian, dan sebagai sarana untuk
menyucikan diri.
Dalam pesta yang sekaligus untuk menyambut musim semi itu, mereka memohon
kesehatan dan kesuburan bagi tanaman, hewan ternak, dan diri mereka sendiri.
Setelah upacara pemujaan dewa selesai, festival dimulai. Wanita muda Roma
akan menempatkan nama-nama mereka dalam kendi besar. Setelah itu, setiap bujangan
akan memilih satu nama dari kendi itu untuk bertukar hadiah dan menjadi pasangannya
sampai pesta berakhir. Tak jarang, hubungan ini berakhir dengan perkawinan.
Sekitar abad V Masehi, setelah bangsa Roma menjadi Kristen, sistem lotre
mencari pasangan ini dianggap tidak lagi pantas. Karena itu, Paus Gelasius
mendeklarasikan tanggal 14 Februari sebagai Hari Valentine. Pada abad pertengahan,
awal musim semi di Inggris dan Perancis, juga dikenal sebagai masa burung-burung
mencari pasangan, yang mengukuhkan masa itu sebagai saat kasih sayang.
Pemberian nama Valentine sendiri merujuk pada dua martir yang meninggal sekitar
dua abad sebelumnya. Valentinus pertama adalah pendeta dan ahli fisika Roma
yang menentang pemerintahan Kaisar Claudius II-yang bukan pemeluk agama Kristen-sehingga
mendekam di penjara dan kemudian dijatuhi hukuman mati.
Dalam cerita itu dikisahkan, selama berada di penjara, Valentinus diminta
seorang sipir penjara untuk mengajar putri sang sipir yang buta. Lalu, Valentinus
dengan sabar mengajarnya berhitung, mengenalkannya kepada Tuhan, dan membacakan
sejarah Roma.
Hubungan mereka menjadi sangat dekat, dan sebelum kematiannya, Valentinus
meninggalkan pesan terakhir untuk putri sang sipir dengan kalimat penutup
"from your Valentine".
Valentinus dihukum mati esok harinya, tanggal 14 Februari 270, dekat sebuah
gerbang yang kemudian diberi nama Porta Valentini untuk mengenang namanya.
Di atas kuburannya di Roma lalu dibangun sebuah gereja. Diceritakan pula bahwa
putri sang sipir menanam sebatang pohon almond di dekat kuburannya, yang sekarang
menjadi simbol cinta dan persahabatan yang abadi.
Valentinus kedua adalah seorang uskup dari Terni yang juga meninggal di Roma
tahun 273. Namun, bebagai sumber sejarah menyebutkan, bisa jadi hanya ada
satu Valentinus. Karena keterbatasan sumber tertulis, perbedaan versi cerita
berasal dari sumber asli yang sama dan merujuk pada satu orang.
Berdasar kisah itu, nama Valentinus lalu dikenang sebagai simbol kasih sayang
dan diterakan untuk menggantikan tradisi festival kuno. Meskipun Gereja Katolik
tidak lagi memperingati Santo Valentinus setiap tanggal 14 Februari dalam
kalender liturgi resminya, tradisi Valentine terus diselenggarakan dari masa
ke masa, dimulai dengan saling mengirimkan kartu ucapan.
Kartu Valentine mulai menjadi tradisi di abad pertengahan, dan kartu ucapan
yang dikirimkan pada hari Valentine tercatat sebagai kartu ucapan tertua kedua
setelah kartu ucapan tahun baru. Salah satu kartu tertua tersimpan di British
Museum, dikirimkan tahun 1415 oleh Charles, Duke of Orleans untuk istrinya
dari penjara Menara London. Dalam hampir setiap kartu, kalimat penutup pesan
terakhir Valentinus kepada putri sang sipir, "from your Valentine",
menjadi kalimat favorit yang terus digunakan sampai sekarang.
Kini, perayaan Valentine tak lagi hanya mengandalkan kartu. Kebudayaan kota
melahirkan produk kulturalnya sendiri, dan Hari Kasih Sayang kini menjadi
komoditas televisi dan inspirasi para pemusik serta penyair. (Johanes Waskita
Utama/ Osa Triyatna)
Sumber: Kompas, Kamis, 12 Februari 2004
Popularity: 1% [?]
Tulisan Terkait
- Tidak ada tulisan terkait.