Speak only as we are ready to take the consequences. Believe God's promises and obey His commandments. - A.W.Tozer
Bible Study

Kumpulan Bahan Belajar Alkitab dalam format file pdf.

Computer & Internet

Semua tips komputer dan internet yang wajib untuk diketahui

Download

Wallpaper, Clipart, semua yang gratis ada di sini.

Jokes

Tempat melepas penat dengan tertawa.

Renungan

Tempat merenungkan kebaikan dan kasih setia Tuhan.

Home » Kliping

Ngobrol, Dong!

Submitted by riel on 13/02/2004 – 6:12 PM | 516 views
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Besok adalah Hari Valentine. Hari yang tepat untuk menunjukkan kasih sayang kepada orang
tercinta. Benarkah itu yang terjadi? Atau hari itu cuma untuk berkiriman cokelat dan bunga? Lalu kita mesti ngapain, sih?

Banyak versi yang menjelaskan asal mula Hari Valentine. Salah satunya bisa dilihat
di Harian Kompas, Kamis, 12 Februari 2004 halaman 35. Perayaan Hari Kasih Sayang
bermula dari tradisi Roma Kuno. Saat itu, rakyat berpesta merayakan dimulainya
musim cocok tanam. Inilah kesempatan emas buat para jomblo untuk cari pasangan.
Cara mendapat pasangannya pun unik.

Pada tanggal 14 Februari, cowok-cowok akan
mengambil undian nama cewek yang bakal jadi pasangannya sepanjang tahun itu.
Yah, mirip arisan gitu, deh. Keesokan harinya, mereka akan bertemu di pesta
rakyat tersebut. Sejak itu, tanggal 14 Februari dipercaya sebagai hari Cupid,
si malaikat cinta, menembakkan panah asmaranya.

Sementara, kata valentine buat menyebut hari kasih sayang diambil dari nama
pendeta pada abad ketiga di Roma. Versi ini banyak diceritakan ulang setiap
menjelang Hari Valenting. Pendeta Valentine nekat melanggar aturan penguasa
setempat yang gualak banget, Raja Claudius II. Raja kejam ini melarang rakyatnya
menikah. Ini karena dia menganggap lelaki yang beristri akan jadi prajurit
"lembek" dan enggak sekuat mereka yang single. Sadis banget, ya!

Bagi Valentine, tindakan ini sama dengan melarang orang merayakan cinta mereka.
Jadi, pendeta ini berontak dan diam-diam tetap menikahkan pasangan yang datang
kepadanya. Ritual itu akhirnya diketahui Claudius II. Valentine lalu dijebloskan
ke penjara untuk menunggu hukuman mati. Selama dipenjara, Valentine sempat
jatuh cinta pada anak perempuan sipir penjara. Di hari kematiannya, ia meninggalkan
surat untuk pacarnya yang diakhiri tulisan…"From your Valentine".
Aaah…so sweet!

Tradisi Valentine akhirnya terus berlanjut, terutama di Eropa dan Amerika.
Pengaruh globaliasi membuat Valentine makin meluas sampai ke kawasan Asia,
termasuk Indonesia. Adanya campur tangan agama dan budaya Barat membuat sebagian
orang Indonesia menolak perayaan Valentine. Tapi banyak juga yang dengan senang
hati menerima Hari Valentine karena merasa perlu punya momen merayakan dan
menyatakan cinta.

Terlepas dari pihak yang setuju maupun menolak Valentine, besok, tanggal
14 Februari, boleh dibilang resmi dianggap sebagai hari untuk merayakan kasih
sayang. Ini terbukti dari ribuan hiasan pink di berbagai mal, banyaknya bunga
yang terjual, sampai cokelat yang menjadi barang paling diburu buat hadiah
ke orang tercinta. Banyak juga di antara kita langsung semangat bersiap-siap
menyambut "hari keramat" itu. Harus diakui, dibandingkan yang lain,
kita, anak muda, paling antusias menyambut Valentine.

Lantaran tren

Jadi penasaran, kenapa kita semangat banget merayakan Valentine? Karena lagi
nge-tren! "Remaja merasa kalau enggak ikutan tren, dia akan terlihat
aneh", jelas psikolog, Zainoel B Biran, Psi yang biasa dipanggil Pak
Noel.

"Sebenarnya Valentine enggak begitu penting, tapi gue ikutan buat meramaikan
saja," cerita Melinda, siswi kelas 1 SMU Tarsisius, Jakarta.

"Valentine itu bisa kapan saja, tapi, yah, namanya anak muda, pengin
sesuatu yang lebih saja, "jawab Laza (16) ketika ditanya pentingnya merayakan
Valentine.

Yah, kalau ditarik kesimpulan, sih, salah satu penyebab utama karena tren.
Ini kebanyakan didapat dari media massa. Coba perhatikan, majalah-majalah
yang beredar menjelang Valentine, semuanya berlomba-lomba memberikan berbagai
artikel tentang cara merayakan Hari Kasih Sayang. Ditambah lagi, acara-acara
TV yang dipenuhi nuansa cinta. Film-film romantis ditayangkan di sana-sini.
Terus, ada buanyak banget event Valentine di kafe-kafe. Sampai mengundang
artis ngetop segala. Ck ck ck… Pokoknya love melulu…. Nah, gimana
kita enggak terpengaruh? Lagipula, usia kita itu masa pembentukan identitas
untuk mencari jati diri yang paling sesuai. Jadi, kalau banyak orang merayakan
Valentine, kenapa kita enggak?

Ada satu lagi penyebab lain, peer pressure. Kalau kita tergabung pada satu
geng yang semuanya excited menyambut Valentine, kita jadi ikut-ikutan senang.
Mereka enggak maksa, sih. Tapi, ada perasaan aneh dalam diri kita yang berperilaku
berbeda dari mereka. "Remaja pengin sejauh mungkin sama dengan teman-teman
segengnya. Kalau beda, jadi berkecil hati," kata Pak Noel. Kok, bisa
sampai enggak PD gitu? Sebab teman-teman segeng punya posisi penting buat
kita. Kita enggak mau mereka menganggap kita aneh gara-gara menolak merayakan
Valentine.

Tradisi "Valentine"

Lalu, bagaimana cara merayakan Hari Kasih Sayang ini? Puluhan tahun lalu,
anak-anak di Inggris akan berdandan seperti orang dewasa di Hari Valentine.
Mereka kemudian bernyanyi dari rumah ke rumah buat mendapatkan hadiah. Mereka
juga memberikan hadiah di depan pintu rumah teman-temannya.

Ada juga tradisi orang Eropa dan Amerika yang memberikan kado permen atau
cokelat ke orang tercintanya. Permen dan cokelat itu diberikan karena kedua
penganan itu semanis pacar mereka (yang di sana disebut sweethearts). Tradisi
ini yang masih berlangsung sampai sekarang dan menjalar ke negara kita.

"Gue biasanya pergi sama teman-teman. Tukaran cokelat terus makan bareng,"
kata Mel. "Tapi, memang lebih berkesan sama pacar, sih. Karena Valentine
seharusnya sama orang yang dicintai," lanjut cewek jangkung yang lagi
jomblo ini. Pentingnya pacar pas Hari Kasih Sayang juga diakui Laza. Cowok
yang hobi main sepak bola ini merasa Valentine enggak bermakna ketika jomblo.
"Kalau jomblo kayak sekarang, gue paling pergi sama teman-teman cowok.
Itu juga cuma main-main biasa. Yah, sambil cari gebetan-lah," kata Laza
sambil ketawa.

Hm, kayaknya ada yang salah, nih. Bukankah Hari Kasih Sayang berarti mengekspresikan
cinta ke semua orang yang kita sayangi, termasuk keluarga dan teman? Iya.
Tapi, kehadiran pacar di usia kita adalah sesuatu yang sangat penting dan
mengalahkan posisi mereka semua.

"Akhirnya, makna Valentine menyempit ke romantic love saja," ujar
pak dosen yang mengaku enggak pernah merayakan Valentine ini. Makanya, acara
Valentine yang berkesan sering berarti acara kencan romantis bareng pacar.
Padahal belum tentu juga. Kita tetap bisa ber-Valentine-ria walau jomblo.

Contohnya Mel. Cewek yang sering banget jomblo pas Valentine ini tetap mempersiapkan
Valenting, "Gue selalu pengin Valentine berkesan karena cuma setahun
sekali. Biasanya gue sudah persiapan sejak bulan Januari. Beli baju dan aksesori
warna pink," ujar Mel. Kebetulan Mel sering jadi stand promotion girl
dan model, jadi honornya dipakai buat belanja Valentine. Tiap Valentine, Mel
biasa mengeluarkan biaya sekitar Rp. 200.000.

Yap, Valentine berarti ada biaya ekstra yang harus dikeluarkan. Buat kado
atau penampilan yang khusus disiapkan. Mau enggak mau, kita harus menyisihkan
uang lebih demi lancarnya acara di Hari Kasih Sayang.

Mari ngobrol

Banyaknya acara pesta Valentine yang ditawarkan ke kita memang sangat menggiurkan.
Boneka, kartu, dan cokelat yang dibungkus cantik bikin kita kalap membelinya.
Padahal, "Hari Kasih Sayang bukan berarti harus bermewah-mewah. Biasanya
ini cuma ritual dan malah enggak ada maknanya," jelas Pak Noel.

Jadi, berpesta, sih, boleh saja. Tapi kita tetap harus mengingat makna sebenarnya
di balik Hari Kasih Sayang. Ini yang sering dilupakan.

Jujur, sebenarnya kita bisa menunjukkan kasih sayang setiap hari. "Tapi,
kita suka lupa karena sibuk. Jadi, Valentine itu semacam reminder untuk kita,"
jelas Pak Noel lagi. "Hari Kasih Sayang bisa kapan saja. Masak mentang-mentang
Valentine, setelah itu gue boleh mukul orang atau jahat sama cewek? "
tandas Laza. "Kebetulan saja, pas Valentine, kasih sayang lebih ditekankan,"
lanjut cowok kelas 2 SMU 82 Jakarta ini.

Di sinilah seharusnya kita memanfaatkan momen yang sudah ada. Benar-benar
menjadikan Valentine sebagai Hari Kasih Sayang. Enggak cuma sama pacar, tapi
juga bareng teman, ortu, dan bahkan sama mereka yang kurang beruntung. Misal,
kaum tunawisma atau yang terdekat, pembantu rumah tangga kita.

Lalu, selain tukeran kado, apalagi yang sebaiknya dilakukan pas Hari Kasih
Sayang? Ngobrol! Tepatnya ngobrol soal hubungan kita selama ini sama orang-orang
terdekat kita. Buat yang pacaran, kita bisa membahas seberapa jauh sudah saling
kenal, hal-hal apa yang diharapkan dari pasangan, rasa sayang yang ada itu
dalam bentuk apa, dan lain sebagainya. Lebih oke lagi kalau ditambahi bumbu
romantis untuk mencerahkan hubungan, saran Shirley Glass, PhD, pengarang buku,
Not "Just Friends". Misalnya, khusus di Hari Valentine, bikin kaus
dengan tulisan I love … (nama pacar). Lumayan buat menghangatkan hubungan.

Sementara dengan sahabat, coba bahas hal-hal yang bikin kita senang berteman
sama dia atau problem yang pernah dihadapi bersama. Hal-hal kecil ini sebenarnya
penting buat memperkuat pertemanan tapi sering terlupakan. Terus, gimana dengan
keluarga? "Bicarakan apa yang diharapkan dari ortu. Jadikan Hari Kasih
Sayang sebagai momen untuk berbagi," saran Pak Noel. Seperti, mengutarakan
alasan-alasan kuat supaya nyokap lebih percaya sama kita.

Semua usaha di atas punya dua tujuan: Meningkatkan kualitas hubungan dan
meresapi arti kasih sayang yang sebenarnya! Ini dia makna sejati Hari Valentine.
Makna yang membuat kita lebih dewasa. Makna yang lebih gampang dilakukan tanpa
harus repot menyiapkan segala pernik Valentine. Makna yang seharusnya kita
cari tiap hari. Apalagi, di tengah suasana negeri kita yang kacau-balau.

Trinzi Mulamawitri Tim Muda

Sumber: Kompas, Jumat, 13 Februari 2004

Popularity: 1% [?]

  • Share/Bookmark

Tulisan Terkait

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.