Menyongsong hari kasih sayang yang akan dirayakan pada bulan ini, apa yang Anda
lakukan. Jujur saja, jika Anda ditanya mengenai kado yang akan diberikan, mana
yang lebih Anda suka, dikasihi (dicintai) oleh pasangan atau dimengerti oleh
pasangan anda?
Penulis mendapatkan pertanyaan itu dari buku kecil tipis. Buku kecil tipis
yang ditulis George Sanchez dengan judul asli How To Get The Most Out Of Marriage
dan diterjemahkan oleh Drs Harso diterbitkan Yayasan Kalam Hidup, Bandung,
itu memberi pertanyaan yang mendasar dan sangat dalam dari suatu hubungan
suami-istri. Yaitu bagaimana seseorang yang berdampingan hidup dengan kita
bisa mengasihi sekaligus mengerti akan diri kita.
Menurut George Sanchez, dikasihi adalah dimegerti, dimengerti adalah dikasihi!
Jangan bingung, ternyata lebih lanjut beliau menguraikan sebagai berikut.
Seseorang yang mau mengerti lebih memperhatikan kepentingan Anda daripada
kepentingannya karena seorang pasangan yang mengerti akan berusaha untuk tetap
mengerti meskipun perangai Anda sangat berbeda dengan dirinya. Untuk mengerti,
dibutuhkan pengorbanan diri dan mempertimbangkan kepentingan orang lain.
Anda pasti mau, kan, dapat pasangan yang mau mengerti, tetapi jangan egois
kalau mau dimengerti, sehingga kita pun harus punya pengertian yang seimbang
kepada pasangan hidup itu. Masih dalam buku kecil tersebut, Dr Vermon Grounds,
Presiden Conservative Baptist Theological Seminary di Denver, mengatakan,
"Pengertian adalah sesuatu kesadaran timbal balik, suatu kesadaran yang
berlangsung dengan sendirinya."
Pengertian merupakan segi komunikasi, yang tidak dapat diterangkan dengan
jelas, tetapi kita harus sadar akan hal tersebut pada saat melakukannya. Pengertian
adalah sesuatu yang abstrak, tetapi dapat Anda rasakan, Anda akan mengerti
kalau pasangan mengerti tentang Anda.
Karena itu, untuk hidup sebagai pasangan suami-istri tidak cukup hanya dengan
mencintai (mengasihi), tetapi harus mau mengerti!
Pengertian merupakan dasar yang kokoh dalam hubungan antara pribadi dengan
pribadi, dengan pengertian banyak pertengkaran bisa dihindari dan hidup lebih
damai.
Geoarge Sanchez memberi beberapa petunjuk dalam menghadapi pasangan yang
sulit untuk dimengerti, terutama saat menghadapi pertengkaran. Yaitu demikian.
Jangan membuat kesalahan dengan mengambil alih kekuasaaan; waspadalah terhadap
sikap "merasa benar sendiri"; hindarilah petengkaran yang tak kunjung
habis; jangan menyinggung kepribadiannya; selesaikan pertengkaran dengan pikiran
yang tetap terkendali.
Paul Tounier, seorang dokter ahli jiwa Swiss, pengarang buku To Understand
Each Other (Saling Mengerti), mengatakan, ia tidak percaya bahwa seseorang
mengaku punya ketidakcocokan pernikahannya bubar. Ketidakcocokan itu tidak
ada, tegas dokter tersebut, yang ada adalah kesalahan! Paling sering terjadi
ialah kurangnya keterbukaan secara menyeluruh, serta kurangnya pengertian
di antara pasangan nikah tersebut.
Pertengkaran atau perceraian bisa dihindari jika ada pengertian dan kesalahan-kesalahan
dapat diperbaiki, kalau ada kemauan untuk melakukannya.
Demikian dr Paul Taunier mengingatkan. Semoga kita bisa menambah pengertian
bagi pasangan, selain sudah punya modal utama. Yaitu mencintai (mengasihinya),
sehingga tercapai tujuan utama kita, membangun rumah tangga sebagai sumber
kebahagiaan hidup. (Lianny Hendranata)
Sumber: Suara Pembaruan, Minggu, 15 Februari 2004
Popularity: 1% [?]
Tulisan Terkait
- Tidak ada tulisan terkait.