No man should desire to be happy who is not at the same time holy. - A.W.Tozer
Bible Study

Kumpulan Bahan Belajar Alkitab dalam format file pdf.

Computer & Internet

Semua tips komputer dan internet yang wajib untuk diketahui

Download

Wallpaper, Clipart, semua yang gratis ada di sini.

Jokes

Tempat melepas penat dengan tertawa.

Renungan

Tempat merenungkan kebaikan dan kasih setia Tuhan.

Home » Kliping

Coklat Valentine

Submitted by riel on 13/02/2004 – 6:20 PM | 2,140 views
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 3.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

Sebentar lagi Hari Kasih Sayang (St Valentine’s Day) akan tiba. Remaja-remaja
yang sedang kasmaran sudah sibuk berbelanja mencari hadiah terbaik bagi kekasih
masing-masing. Ada beberapa kategori hadiah Valentine yang dianggap paling
cocok. Pertama, coklat – dalam bentuk permen, candy bar, ataupun kue.
Kedua, karangan bunga – khususnya mawar. Ketiga, wewangian – parfum,
sabun wangi, produk-produk aromaterapi, dan sebagainya. Keempat, boneka yang
dapat dipeluk – seperti Teddy Bear dan stuffed animals lainnya. Semuanya
memang melambangkan kasih sayang. Keempat jenis hadiah itu selalu membuat
kaum perempuan tersanjung.

Kita fokuskan saja wacana kita kali ini tentang Coklat Valentine, yaitu permen
coklat yang khusus disediakan sebagai hadiah pada Hari Kasih Sayang. Tidak
harus permen coklat, memang. Di situs Internet dapat kita lihat banyak resep
khusus membuat kue coklat atau penganan lain dari coklat untuk menyatakan
cinta pada hari istimewa ini. Di toko kue hari-hari ini kita banyak melihat
kue coklat berbentuk jantung hati yang imut-imut dan sungguh menawan.

Pernahkah Anda mengenal seorang gadis yang tidak suka permen coklat? Kalaupun
ada, barangkali karena gadis itu mengidap alergi atau penyebab lain yang membuatnya
tidak bisa bertoleransi dengan coklat atau gula. Tidak heran bila permen coklat
dianggap hadiah nomor wahid bagi seorang gadis pada Valentine’s Day.
It could never go wrong!

Tentu saja, jangan belikan coklat Silver Queen untuk kekasih Anda pada Hari
Kasih Sayang, dong. Sekalipun gadis Anda seorang pedoyan Silver Queen, ia
pasti akan tersanjung bila pada hari istimewa ini Anda juga membelikan coklat
yang istimewa – bukan coklat sehari-hari. Manjakan dia dengan coklat
termahal yang dapat Anda peroleh, sekalipun dengan keterbatasan dana yang
Anda miliki. Ini acara setahun sekali, man!

Di Amerika Serikat, menjelang Valentine’s Day, toko-toko yang khusus
menjual permen menjadi ekstra meriah dengan produk-produk permen coklat khusus
untuk merayakan Hari Kasih Sayang itu. Salah satu yang unik adalah selusin
mawar yang terbuat dari coklat. Hadiah ini sungguh indah karena memadukan
bunga dan coklat sekaligus – keduanya lambang Valentine’s Day.
Harganya cukup aduhai, sekitar US$50.

Yang juga populer adalah chocolate basket (keranjang kecil yang diisi dengan
berbagai jenis permen coklat) dan chocolate box (biasanya kotaknya berbentuk
jantung hati berwarna merah dan berisi berbagai coklat). Yang paling umum
adalah permen coklat berbentuk jantung hati berukuran besar, dibungkus dengan
kertas perak berwarna merah. Yang ini harganya cukup murah, sekitar US$5.
Cocok untuk anak-anak sekolah yang sedang "belajar" mengelola cinta.

Suatu hari di New York menjelang Valentine’s Day saya juga pernah melihat
permen coklat berbentuk jantung hati yang pada permukaannya bertulisan huruf
Braille dengan kata-kata "I Love You" dan "Be My Valentine".
Saya sungguh terharu ketika melihat coklat itu. Bayangkan, betapa mereka juga
memikirkan hal-hal kecil seperti itu bagi kaum tunanetra. Cinta dan kasih
sayang juga menjadi hak bagi mereka yang tidak bisa melihat dengan mata.

Sepanjang pengamatan saya, di Jakarta toko yang paling komplet sediaan permen
coklatnya adalah Club Store – di Jalan Jenderal Sudirman, dan di Mangga
Dua. Di sana saya melihat ada 29 merek permen coklat dari seluruh dunia. Hampir
semua merek coklat ternama – seperti Godiva, Pernigotti, Perlage, Villars,
Droste, Delfi, dan lain-lain – dipajang di sebuah rak besar. Belgia
dan Swiss secara tradisional dianggap sebagai negara penghasil permen coklat
yang paling atas. Merek dari kedua negara itu boleh dianggap sebagai jaminan
kualitas.

Toko lain yang cukup lengkap sediaan permen coklatnya adalah KemChicks, Ranch
Market, dan Carrefour. Beberapa toko kue (bakeries) di Jakarta dan kota-kota
besar lainnya juga mulai banyak menyediakan permen coklat maupun kue coklat
untuk perayaan akbar bagi para kekasih ini. Sayangnya, pada Chocolate Fair
yang diselenggarakan di Jakarta akhir tahun lalu, para pedagang coklat tak
memanfaatkan kesempatan untuk memamerkan Valentine’s Chocolate dan berbagai
sajian khas lainnya.

Di Tokyo belum lama ini dibuka sebuah gerai yang khusus menjual berbagai
jenis coklat dari seluruh dunia. Jepang adalah negeri yang juga menghasilkan
berbagai varian permen coklat yang lembut. Bisa dibayangkan, menjelang Valentine’s
Day ini pastilah pengunjung toko itu membludak. Orang Jepang memang dikenal
royal dalam memberi hadiah.

Lidia Tanod, seorang anggota Forum Jalansutra yang aktif posting melalui
surat elektronik, hampir selalu hadir pada pertemuan Forum Jalansutra dengan
membawa coklat untuk dibagi-bagi dan dicicipi anggota yang lain. Lidia memang
agak "gila" coklat. Tahun lalu, ketika kami mendiskusikan coklat,
masukan dari Lidia bertubi-tubi datang. Belum lama ini, Lidia membawa coklat
oleh-oleh dari luar negeri yang membuat kami semua terpukau. Coklatnya sangat
lembut – mirip truffle atau chocolate mousse padat – sehingga
langsung lumer di mulut. Karena sifatnya, usia (life cycle) coklat ini juga
sangat pendek. Artinya, harus segera dihabiskan sebelum tanggal kadaluarsa.

Valentine’s Day sekarang memang sudah menjadi sebuah happening yang
sangat komersial sifatnya. Berapa miliar dolar dibelanjakan orang pada setiap
bulan Februari di seluruh dunia untuk menunjukkan kasih sayang mereka kepada
kekasih masing-masing? Begitu komersialnya Valentine’s Day kini, sampai-sampai
tak banyak lagi orang yang tahu apa sebabnya Valentine menjadi lambang kasih
sayang global.

Valentino adalah nama seorang uskup pada abad ke-3 Masehi di masa Romawi.
Pada tahun 270, Kaisar Lupercus mengeluarkan larangan menikah bagi bangsa
Romawi. Soalnya, pernikahan membuat para lelaki tidak mau meninggalkan rumah
untuk berperang. Padahal, Romawi memerlukan balatentara yang besar untuk melebarkan
sayap kekaisarannya.

Diam-diam, Uskup Valentino mengundang pasangan-pasangan remaja yang saling
mencintai untuk dinikahkan di gerejanya. Perbuatan ini segera ketahuan oleh
Kaisar. Valentino kemudian diseret ke dalam penjara. Dari dalam penjara, Valentino
sering mengirim pesan-pesan pendek dalam bentuk surat yang bernada kasih sayang
kepada para pengikutnya.

Selama di penjara, Valentino juga jatuh hati pada anak gadis kepala penjara
yang bernama Asterius. Gadis cantik itu buta sejak lahir, dan melalui Valentine
secara ajaib Tuhan membuat Asterius bisa melihat.

Sayangnya, ketika kasih sayang di antara keduanya mulai mekar (pada masa
itu belum ada peraturan selibat bagi para imam), Kaisar menjatuhkan hukuman
mati bagi Valentino. Sebelum ia dihukum rajam, ia mengirim surat kepada Asterius.
Surat pendek itu diakhiri dengan kata-kata "from your Valentine".
Dari sinilah diduga lahir tradisi kartu Valentine dan istilah "your Valentine"
atau "my Valentine".

Semoga pada Hari Kasih Sayang ini kita tidak hanya mengagungkan cinta daging
atau lahiriah belaka, melainkan juga mengagungkan kasih sayang kepada sesama
umat manusia. Kita sudah cukup lama menderita dalam begitu banyak masalah
yang dihadapi bangsa ini. Salah satu penyebab kesengsaraan yang kita alami
ini adalah karena absennya rasa kasih sayang di antara sesama makhluk Tuhan.
Dengan cinta, tidak ada masalah yang tidak dapat kita atasi.

Demi kasih sayang, Santo Valentino telah menjadi martir. Bersediakah pula
kita menjadi martir demi kasih sayang kepada sesama? Kebetulan sekali, Hari
Kasih Sayang tahun ini berdekatan dengan Hari Raya Idul Adha. Inti perayaan
Idul Adha adalah memperoleh kemuliaan melalui pengorbanan. Satu hal yang sangat
pantas kita renungkan ketika memperingati Hari Kasih Sayang.

Sumber: Kompas, Rabu, 11 Februari 2004

Popularity: 2% [?]

  • Share/Bookmark

Tulisan Terkait

One Comment »

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.