Home » Tulisan Jiwa KAMU bukan AKU
Submitted by riel on 02/02/2004 11:18 AM | 202 views 
Loading ...
Hari ini aku sulit berkonsentrasi. Sepanjang hari hanya sibuk memikirkanmu.
Kemarin aku berkata padamu kalau hari ini aku
berniat menyelesaikan pekerjaan yang sudah menumpuk. “Ah… masih ada hari esok,” aku berkilah
membiarkan pikiranku terbang mencari sebongkah inspirasi.
“Dua minggu lagi, dan waktuku semakin singkat,” kataku dalam hati. Aku berdoa semoga aku tidak jatuh
sakit dan bisa berenang dalam inspirasi yang kutemukan. Kamu layak menerima yang terbaik
dari yang aku punya.
Di luar cuaca cerah sekali, nanti sore aku pergi berburu harta karun untukmu.
Aku mencarinya di antara puluhan daftar yang kususun, sesuatu yang ’sederhana
tetapi berkesan’. “Sulit sekali memilihnya… atau mungkin aku berikan saja
semuanya?” kataku sedikit frustasi.
Aku ingat hikmat yang berseru-seru di telingaku di Jl. Moh. Thamrin, hari minggu kemarin.
“Cinta tidak mengenal kata ‘AKU’, cinta tidak mengenal kata ‘MUSTAHIL’. Cinta hanya mengenal
kata ‘KAMU’, cinta hanya mengenal kata ‘TIADA YANG MUSTAHIL’. Sudah saatnya kita belajar
untuk mengutamakan ‘KAMU’ dan tidak membiarkan lagi ego dan kesombongan ‘AKU’ membuat kita
mengulangi kesalahan yang sama.
AKU melahirkan banyak penyakit. AKU menimbulkan banyak perpecahan. AKU telah
merusak banyak kehidupan. Semua kekecewaan, kepahitan, kebencian, iri hati,
dendam, pembunuhan, kekacauan, semua jenis kejahatan dimulai dari kata AKU.
Maukah kamu melangkah bersamaku, saling menopang dan mengutamakan satu sama
lain serta hidup dalam kasih yang penuh pengertian? Adakah kita sepakat berkata,
"Aku ingin selalu menyenangkan KAMU dan tidak mencari-cari kepentingan
AKU sendiri? Satu hal yang kuingini, KAMU menjadi kata pertama dalam setiap
ekspresi cinta yang kuberikan untukmu.
Popularity: 1% [?]
Tulisan Terkait
- Tidak ada tulisan terkait.