Before a man can be filled with the Spirit 'he must be sure he wants to be'. - A.W.Tozer
Bible Study

Kumpulan Bahan Belajar Alkitab dalam format file pdf.

Computer & Internet

Semua tips komputer dan internet yang wajib untuk diketahui

Download

Wallpaper, Clipart, semua yang gratis ada di sini.

Jokes

Tempat melepas penat dengan tertawa.

Renungan

Tempat merenungkan kebaikan dan kasih setia Tuhan.

Home » Kliping

Gereja Ortodoks Yunani

Submitted by riel on 29/12/2003 – 7:04 AM | 9,623 views
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (8 votes, average: 3.63 out of 5)
Loading ... Loading ...

“Jadi, seluruhnya ada empat belas keturunan dari Abraham sampai Daud, empat belas keturunan dari Daud sampai pembuangan ke Babel, dan empat belas keturunan dari pembuangan ke Babel sampai Kristus.”

Minggu pagi, di dalam sebuah gereja yang berukuran sekitar 12 x 7 meter, seorang imam membacakan silsilah Yesus Kristus. Pembacaan silsilah Yesus Kristus itu dibacakan dengan irama tertentu, mirip orang bernyanyi. Semua doa, bacaan epistel, dan rangkaian tata ibadah lainnya pun dibaca demikian. Hanya khotbah yang dibacakan tanpa irama.

“Memang mirip dengan Gereja Roma Katolik,” kata Romo Gabriel, seorang pendeta gereja itu.

Rangkaian tata ibadah itu memang bukan sedang berlangsung di Gereja Katolik, tetapi di Gereja Ortodoks Yunani yang terletak di Jalan Meriam, Kalimalang, Jakarta. Gereja ini merupakan salah satu dari gereja ortodoks yang berpusat di Yunani.

“Mendengar kata ortodoks, sebagian orang memiliki kesan kuno dan kampungan,” kata Romo Gabriel menjawab apa sebenarnya arti gereja ortodoks. Padahal, kata ortodoks berasal dari kata ortho yang artinya pengajaran dan doxa yang artinya sesuatu yang lurus. “Jadi, artinya pengajaran yang lurus,” katanya.

Dalam kamus bahasa Inggris, arti kata orthodox sendiri adalah konservatif. Dari pengertian itu, Romo Gabriel menjelaskan bahwa gereja ortodoks adalah gereja yang mencoba mempertahankan tradisi dan tata ibadah gereja yang digunakan sejak tahun 300-an (abad ke-4). Tradisi dan tata ibadah ini diajarkan St Yahones Krisostomos, salah seorang Bapa gereja dari gereja ortodoks.

Menurut Romo Gabriel, setelah zaman para Rasul, Bapa-bapa gereja seperti St Yahones Krisostomos merumuskan ajaran para Rasul, seperti konsep Tri Tunggal, rumusan kemanusiaan dan keahlian Yesus Kristus, serta butir-butir iman. Selain konsep itu, para Bapa gereja meneruskan tradisi dan tata ibadah pada zaman Rasul. “Jadi, kami menggunakan tradisi dan tata ibadah gereja mula-mula,” kata Romo Gabriel.

Memakai kerudung bagi wanita pada saat ibadah, tidak menggunakan alat musik untuk mengiringi lagu-lagu gereja, menjalankan puasa memakan daging selama empat puluh hari sebelum hari Natal, melakukan ibadah harian sebanyak tujuh kali sehari bagi biarawati dan biarawan, serta ikonografi merupakan beberapa contoh tradisi yang terus dipertahankan Gereja Ortodoks Yunani sampai saat ini.

Hal ini berbeda dengan gereja lain di Indonesia, yang sebagian besar berasal dari Gereja Barat, di mana alat musik selalu digunakan untuk mengiringi lagu-lagu gereja.

Kidung Byzantin hanya dinyanyikan dengan vokal saja, tidak memiliki elemen konstruksi musikal seperti harmoni atau counterpunck. Kidung Byzantin ini biasanya dimengerti sebagai musik dari Gereja Kristen Ritus Timur dan telah digunakan sejak kekaisaran Byzantin (330-1453).

Dengan menggunakan kidung Byzantin, setiap Minggu pagi pukul 08.00 jemaat Gereja Ortodoks Yunani di Jakarta memulai kebaktiannya. Selama satu jam mereka bernyanyi menyambut sang fajar yang diteruskan dengan liturgi suci. Dalam liturgi suci ini, jemaat wanita, khususnya wanita dewasa, biasanya memakai kerudung.

Roy Marten, anggota jemaat Gereja Ortodoks Yunani, memperkirakan Gereja Ortodoks Yunani pertama sekali masuk ke Indonesia pada abad ke-16 di Barus, Sumatera Utara. Lalu berdiri juga di Tanah Abang tahun 1965. Sampai saat ini beberapa Gereja Ortodoks Yunani berdiri di beberapa kota, seperti Solo, Yogyakarta, Medan, dan Mojokerto. Namun, Gereja Ortodoks Yunani di Jakarta baru berdiri tahun 1997. (K04)

Sumber: Kompas, Senin, 29 Desember 2003

Popularity: 14% [?]

  • Share/Bookmark

Tulisan Terkait

420 Comments »

  • daniel says:

    saya merasa antusias membaca komentar-komentar dari sana-sini tentang GO di indonesia. saya bukan penganut ortodoks. yang saya penasaran, dari berbagai keterangan, salah satu tradisi ortodoks adalah membagi administrasi hierarki berdasarkan geografis, misalnya patriarkhat rusia menangani jemaat di rusia saja, patriarkat konstantinopolis menangani jemaat yunani saja, ada juga yang statusnya gereja otonom. kenapa di indonesia tidak didirikan gereja otonom saja (kalau patriarkat kan gak mungkin banget, ketinggian dan kurang latar belakang historis). kan repot, jemaat sama-sama jauh dari yunani dan rusia, tapi harus terbagi juga, diadminister oleh dua patriarkat yang berbeda. kenapa nggak satu saja?

    barangkali saya terlewat membaca keterangan di atas, saya ingin tahu, apa alkitab berbahasa indonesia yang digunakan di GOI sama dengan umat yang lain? yang diterbitkan Lembaga Alkitab Indonesia?

  • nia says:

    setelah baca” sejarahnya, aq ingin sekali masuk iman orthodox, gimana caranya tuk masuk iman orthodox ?
    tolong dibantu dengan jawaban ya ke email ku, ditunggu..

  • Rm. Kyrillos JSL says:

    Saya Romo Kyrillos JSL dari Gereja Orthodox Indonesia (GOI) yang berada di bawah yurisdiksi Patriarkhat Moskow dan Seluruh Rusia. GOI di bawah Kepatriarkhan Rusia adalah satu2nya Gereja Orthodox resmi yang diakui oleh pemerintah RI dg SK Dirjen Bimas Kristen Depag R.I. no.: DJ.III/Kep/Hk.00.5/190/3212/2006. Saya melayani di paroikia St. Yunus dari Manchuria di Surabaya & Komunitas Orthodox St. Kosmas dari Aitolia di Malang.
    Kami juga mengadakan pendalaman iman & Kitab Suci setiap minggu atau hari lainnya. Materi teologi dikemas dan disajikan secara mendalam&mudah dimengerti. Jika saudara ingin mengetahui dan belajar tentang iman Orthodox yang rasuliyah ini, silahkan datang atau menghubungi saya melalui email: goi_sby@yahoo.com ; flexi: 03172300910 ; phone home: 0315940052

  • Rm. Kyrillos JSL says:

    Saya Romo Kyrillos JSL dari Gereja Orthodox Indonesia (GOI) di Surabaya (jawa Timur) yang berada di bawah yurisdiksi Patriarkhat Moskow dan Seluruh Rusia. Gereja Orthodox Indonesia (GOI) di bawah yurisdiksi Kepatriarkhan Moskow, Rusia adalah Gereja Orthodox resmi yang diakui oleh pemerintah RI dg SK Dirjen Bimas Kristen Depag R.I. no.: DJ.III/Kep/Hk.00.5/190/3212/2006. Saya melayani di paroikia St. Yunus dari Manchuria di Surabaya & Komunitas Orthodox St. Kosmas dari Aitolia di Malang.
    Kami juga mengadakan Program Pendalaman Iman, Kitab Suci, Sejarah dan Tradisi Gereja Purba (Gereja Timur) setiap minggu atau hari lainnya (Waktu pertemuan bisa diatur secara fleksibel). Materi teologi dikemas dan disajikan secara sistematis dan mudah dimengerti. Tidak ada biaya untuk mengikuti Program Pendalaman Iman, Kitab Suci, Sejarah dan Tradisi Gereja Purba (Gereja Timur) ini.
    Judul dan isi materi Program Pendalaman Iman, Kitab Suci, Sejarah dan Tradisi Gereja Purba (Gereja Timur) disusun sebagai berikut:

    I. AJARAN IMAN GEREJA ORTHODOX DAN KE-ESA-AN ALLAH (TAUHID)1: SUMBER AJARAN KEIMANAN
    1.1. Sumber Ajaran Keimanan
    i. Perlunya Ajaran Rasuliah
    ii. Bunyi “Pengakuan Iman Nikea”
    1.2. Bentuk Tema Pengakuan Iman
    1.3. Rincian Isi Pengakuan Iman

    II. AJARAN IMAN GEREJA ORTHODOX DAN KE-ESA-AN ALLAH (TAUHID) (2): AQIDAH TENTANG KE-ESA-AN ALLAH
    2.1. Bukti-Bukti Tauhid
    2.2. Tuntutan Tauhid.
    i. Tauhid Keilahian (Tauhid Ilahiyah).
    ii. Tauhid Kepenguasaan (Tauhid Rububiyah).
    iii. Tauhid Ibadah (Tauhid Ubudiyah).
    2.3. “Tauhid” Lawan “Musyrik”.

    III. MENGENAI WUJUD ALLAH
    3.1. Essensi Ilahi (Hakekat Allah, Dzatullah)
    3.2. Pendekatan Pem”bukan”an.
    3.3. Keberadaan (Wujud) Allah
    3.4. Sifat-Sifat Allah
    3.5. Energi Allah
    3.6. Anthropomorfisme/Mutajasimah
    (Pengumpamaan Allah Seperti Insan)

    IV. ALLAH YANG ESA, FIRMANNYA DAN ROHNYA (ALLAH YANG ESA SEBAGAI TRITUNGGAL MAHA KUDUS) (1): PEMAHAMAN YANG BENAR & HAL-HAL KELIRU DALAM PEMAHAMAN TRITUNGGAL MAHA KUDUS
    4.1. Landasan Pemahaman Berdasarkan Pengakuan
    Iman Nikea
    4.2. Hal-hal yang keliru dalam Pemahaman
    Tritunggal Maha Kudus
    4.3. Tritunggal Maha Kudus adalah Allah Yang Esa itu
    4.4. Makna Hypostasis
    4.5. Ciri-Ciri Khas Hypostasis

    V. ALLAH YANG ESA, FIRMANNYA DAN ROHNYA (ALLAH YANG ESA SEBAGAI TRITUNGGAL MAHA KUDUS) (2): DINAMIKA DI DALAM DIRI ALLAH YANG ESA
    5.1. Allah dan Firman Allah
    5.2. Allah dan Roh Allah
    5.3. Interaksi Antara Allah, Firman Allah, dan Roh
    Allah
    5.4. Firman Allah “Diperanakkan dari Bapa” serta
    Roh Allah “Keluar dari Bapa”
    5.5. Roh Kudus sebagai Roh Allah, Roh Bapa, Roh
    Anak Allah, Roh Kristus, serta Roh Yesus

    VI. KASUS SISIPAN ”FILIOQUE” DAN KASUS AYAT-AYAT YANG MENYATAKAN YESUS LEBIH RENDAH DARI ALLAH
    6.1. Kasus Sisipan “Filioque”
    6.2. Kasus Ayat-Ayat Yang Menyatakan Yesus Lebih
    Rendah dari Allah

    VII. ALLAH SEBAGAI PENCIPTA SEGALA SESUATU DAN AQIDAH TENTANG MALAIKAT, IBLIS DAN MANUSIA
    7.1. Allah Sebagai Pencipta Segala Sesuatu
    i. Sumber Ciptaan Sifat Kasih dan Kehendak
    Allah
    ii. “Logoi” dari Ciptaan
    iii. Pola Rencana Ciptaan Allah sebagai
    Hikmat Allah
    iv. Cara Allah Menciptakan Alam-Semesta
    7.2. Alam Malaikat
    7.3. Alam Iblis dan Roh-Roh Jahat
    7.4. Kodrat Manusia
    7.5. Kejatuhan Manusia Ke dalam Dosa

    VIII. AQIDAH TENTANG WAHYU TERPUNCAK: PRIBADI YESUS KRISTUS
    8.1. Yesus Kristus dan Keselamatan
    i. Pribadi Yesus Kristus
    ii. Gelar-gelar Yesus Kristus
    iii. Karya Kristus
    iv. Kristus Sebagai Landasan Keselamatan:
    Dalam Alkitab dan Dalam Gereja
    v. Beberapa Makna Keselamatan dalam
    Alkitab
    vi. Unsur-Unsur Ajaran Keselamatan
    (Soteriologi)
    8.2. Karya Keselamatan Kristus: Pribadi dan Karya
    Kristus
    i. Pribadi Kristus
    ii. Karya Kristus

    IX. AQIDAH TENTANG SANG THEOTOKOS PERAWAN MARYAM

    X. SANG ROH KUDUS, TUHAN, SANG PEMBERI HIDUP (1): PRIBADI DAN KARYA ROH KUDUS
    10.1. Keselamatan Sebagai Pengalaman Subyektif :
    Pribadi dan Karya Roh Kudus
    i. Pribadi Roh Kudus
    ii. Karya Roh Kudus
    10. 2. Karya Sang Roh Kudus
    i. Karya Roh Kudus dalam Perjalanan
    Sejarah Gereja
    ii. Karya Roh Kudus dalam kehidupan
    Gereja
    a. Sakramen-Sakramen
    b. Ibadah-Ibadah
    iii. Karya Roh Kudus pada anggota-anggota
    yang ada di dalam Gereja
    iv. Kitab Suci

    XI. SANG ROH KUDUS, TUHAN, SANG PEMBERI HIDUP (2): KARUNIA BAHASA ROH DAN MENYEMBAH DALAM ROH
    11.1. Karunia-karunia Roh Kudus
    11.2. Pemberitaan Firman baik dalam wujud
    Pengajaran, Kotbah maupun Penginjilan
    11.3. Karya administratif dan sosial-kasih Gereja
    11.4. Karunia-karunia Roh Kudus yang lain:
    monakhisme dan ke-martir-an

    XII. GEREJA DAN AKHIR ZAMAN
    12.1. Gereja
    i. Gereja Sebagai Bahtera Keselamatan dan
    Persekutuan Orang Kudus
    ii. Sakramen
    iii. Hidup Baru di Dalam Kristus
    12.2. Akhir Zaman
    12.3. Kasus Ajaran Kerajaan Seribu Tahun

    XIII. KEHIDUPAN GEREJA ORTHODOX (1): GEDUNG GEREJA, IMAMAT, BUSANA LITURGIS
    13.1. Gedung Gereja Orthodox
    i. Ruang Pratama
    ii. Ruang Bahtera
    iii. Ruang Mezbah
    13.2. Imamat Dalam Gereja Orthodox
    13.3. Busana Liturgis Imamat Dalam Gereja Orthodox
    i. Jubah Gamis (Stikharion)
    ii. Selendang Tutup Dada (Epitrakhelion,
    Stola, Sampur Jangga)
    iii. Gelang Penutup Tangan (Epimanikion,
    Penutup Pergelangan Tangan)
    iv. Ikat Pinggang (Zone)
    v. Jubah Badhongan (Phelonion, Jubah Luar,
    Jubah Efod)

    XIV. KEHIDUPAN GEREJA ORTHODOX (2): PESTA PERAYAAN, PUASA, SAKRAMEN PERJAMUAN KUDUS
    14.1. Pesta Perayaan Gereja Orthodox
    i. Lingkaran Peringatan dalam Jam
    ii. Lingkaran Peringatan Harian
    iii. Lingkaran Peringatan Mingguan
    iv. Lingkaran Peringatan Bulanan Gereja
    v. Lingkaran Peringatan Tahunan Gereja
    14.2. Puasa Dalam Gereja Orthodox
    i. Puasa Dalam Perjanjian Lama
    ii. Puasa Dalam Perjanjian Baru
    iii. Puasa Dalam Gereja Perdana dan Gereja
    Orthodox Masakini
    14.3. Sakramen Perjamuan Kudus Gereja Orthodox

    XV. KEHIDUPAN GEREJA ORTHODOX (3): LITURGI SUCI DAN MAKNANYA
    15.1. Liturgi Suci adalah Ibadah Penyembahan Para
    Rasul, Gereja Purba dan Gereja Orthodox
    15.2. Tertib Liturgi Suci
    i. Persiapan: Kairos (Doa-Doa Masuk
    Sebelum Liturgi Suci) dan Proskomedia
    (Persiapan Korban)
    ii. Liturgi Katekumen
    a. Permulaan Liturgi Suci
    b. Kidung Puji-pujian
    c. Prosesi (Arak-Arakan) Injil
    (”Prosesi Kecil”, ”At-Thawwaf As-
    Sughro”) : Kristus Datang sebagai
    Firman Allah
    d. Kidung Trisuci (Trisagion,
    Sanctus), Pembacaan Surat-Surat
    Kiriman (Epistel), Pembacaan Injil
    dan Kotbah: Kristus Mengajar
    serta menyatakan Kehendak Allah
    pada Manusia
    e. Himbauan pada Katekumen
    iii. Liturgi Umat Beriman
    a. Kidung Kerubim dan Arak-arakan
    Perjamuan Kudus (”Prosesi
    Agung”, ”At-Thawwaf Al-Kubro”) :
    Kristus menderita, Disalib, Dikubur
    dan Mati
    b. ”Syahadat” (Kredo/Pengakuan
    Iman Nikea) : Kebangkitan
    Kristus
    c. Pengudusan Roti dan Anggur :
    Turunnya Roh Kudus
    d. Persiapan Perjamuan Kudus :
    Kristus Naik ke Sorga
    e. Akhir Liturgi Suci

    XVI. SEJARAH GEREJA ORTHODOX (GEREJA TIMUR) (1): ZAMAN PURBA DAN ZAMAN KONSILI
    16.1. Zaman Purba
    # Masa Pembentukan: Tiga Abad yang
    pertama: dari Yesus Kristus s/d
    Konstantinus Agung
    16.2. Zaman Konsili
    #. Masa KonsilI – Konsili Agung Ekumenis
    Gereja Rasuliah Yang Satu dan Orthodox:
    abad ke IV (tahun 325) s/d abad ke VIII
    (tahun 787).
    i. Konsili Agung Ekumenis Pertama (325
    Masehi) di Nikea dan Kedua (381) di
    Konstantinopel
    ii. Konsili Agung Ekumenis Ketiga (431) di
    Efesus dan Keempat (451) di
    Kalsedonia.
    iii. Konsili Agung Ekumenis Kelima (553)
    di Konstantinopel dan Konsili Agung
    Ekumenis Keenam (680-681) di
    Konstantinopel
    iv. Konsili Ekumenis Ketujuh dan Terakhir
    (787) di Konstantinopel

    XVII. SEJARAH GEREJA ORTHODOX (GEREJA TIMUR) (2): ZAMAN PENYEBARAN KE UTARA, ZAMAN PERPECAHAN, ZAMAN KESESAKAN, ZAMAN PENJAJAHAN DAN ZAMAN MODERN
    17.1. Zaman Penyebaran ke Utara
    #. Masa Pasca-Konsili Ekumenis: Dari
    Penginjilan Bangsa Slavia (863) sampai
    jatuhnya Konstantinopel (1453) ke Tangan
    Turki
    i. Penginjilan Negara-Negara Eropa Timur
    (863)
    ii. Konflik Terbuka Gereja Timur dan
    Gereja Barat (861-886)
    iii. Penginjilan Rusia (988)
    17.2. Zaman Perpecahan
    i. Perpecahan ( Skisma ) Besar
    (1054):Gereja Barat (RomaKatolik)
    Pecah Dengan Gereja Timur (Orthodox)
    ii. Masa Perang Salib
    17.3. Zaman Kesesakan
    #. Ancaman Turki, Perkembangan
    Orthodoxia di luar Konstantinopel, dan
    Usaha-usaha Penyatuan Gereja (abad 12
    s/d abad 14)
    i. Ancaman Turki
    ii. Perang Salib Keempat dan Konsili
    Lyons
    iii. Gereja Rusia dan Gereja Barat
    iv. Gregorios Palamas: Essensi (Dzat
    Hakekat) Allah dan Energi Allah
    v. Situasi di Rusia, Serbia dan Bulgaria
    vi. Usaha Penyatuan Yang Terakhir:
    Konsili Ferrara-Florence
    17.4. Zaman Penjajahan
    # Jatuhnya Konstantinopel ke Tangan
    Turki (1453) dan Masa Turkokratia
    (abad 15 s/d abad 19)
    i.Orthodoxia di bawah Islam
    ii. Kerajaan Rusia Orthodox
    iii. Gerakan Reformasi Protestan dan
    Kontra Reformasi Roma Katolik di
    GerejA Barat
    iv. Masa Pemerintahan “Ivan Yang
    Mengerikan” di Rusia
    v. Masa-Masa Sulit di Rusia
    a. Skisma Kaum Percaya Lama
    b. Gereja Orthodox Dalam Tawanan
    Pemikiran Barat
    (“Pseudomorphosis”)
    vi. Masa pemerintahan Petrus Yang
    Agung di Rusia
    a. Di wilayah Turki
    b. Situasi di Rusia: Sinode Suci yang
    Memerintah
    c. Gereja Barat
    vii. Kebangunan Rohani dan Gerakan
    Misi Gereja Orthodox Rusia
    a. Kebangunan Rohani
    b. Gerakan Misi
    c. Masa Turkokratia Berakhir
    d. Gereja Barat
    17.5. Zaman Modern (Abad 20-21)
    # Gereja Orthodox Masakini
    i. Situasi Gereja Orthodox dalam
    Diaspora
    ii. Misi Gereja Orthodox
    a. Di Benua Afrika
    b. Amerika, Eropa dan Inggris
    c. Asia
    * Indonesia
    c.i. Masa Sebelum GOI
    c.ii. Munculnya GOI (Gereja
    Orthodox Indonesia)
    17.6. Kesimpulan

    XVIII. BIDAT DAN AJARAN BIDAT
    18.1. Definisi Orthodox, Heterodox, Heresy,
    dan Heretik (Bidat)
    18.2. Pertentangan dari Dalam, Timbulnya
    Bidat Mula-Mula, Penjelmaan Bidat Masa
    Kini dan Cara Gereja Menghadapi Bidat
    18.3. Bidat dan Ajaran Bidat Masa Lalu dalam
    Gereja (sebelum Skisma Agung Tahun
    1054) dan Penjelmaannya pada Masa Kini
    i. Bidat Abad Pertama
    ii. Bidat Abad II dan III
    iii. Bidat Abad IV dan V
    iv. Bidat Abad VI s/d XVIII
    v. Bidat Abad IX s/d XVIII
    vi. Bidat Abad XIX
    vii, Bidat Abad XX
    18.4. Bidat dan Ajaran Bidat di Gereja Barat
    Roma Katolik Pasca Skisma Agung
    Tahun 1054 dan Penjelmaannya pada
    Masa Kini

    Jika saudara ingin mengetahui dan belajar tentang iman rasuliyah dari Kekristenan Purba Orthodox, silahkan menghubungi:

    Email : goi_sby@yahoo.com
    mobile phone : 081931619599
    flexi : 03172300910

    Datang, belajar dan masuklah dalam kehidupan iman Kristen yang kuat, kokoh, mengakar agar tidak diombang-ambingkan berupa-rupa angin pengajaran dan bersiap sedia menjadi pewarta Injil Kristus.

    ”Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul…” (Kisah Para Rasul 2:42)

    ”sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan, tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala”. (Efesus 4:14-15)

    ”Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu,…” (1 Petrus 3:15)

  • Cia Hatzi says:

    Shalom..

    Saya butuh nomor telpon Gereja Ortodox Yunani yang paling update karena nomer dibawah ini sudah tidak bisa dihubungi lagi, saya butuh jam misa2nya kapan saja..Terima kasih kalau ada yang bisa membantu

    Ini no. telp. Gereja Ortodoks Indonesia Keuskupan Hongkong & Asia Tenggara:
    919-9553
    Silakan bicara dg Rm. Gabriel/Mas Dim/Mas Nug.
    Ato telp./SMS Andre di 0819-32397683.
    Waleikhem Shalom.

  • kim says:

    saya netral saja terhadap banyak aliran kekristenan, namun saya sendiri ikut gereja kharismatika , saya happy saja ikut gereja kharismatika.. yang penting buahnya…
    bukan bermaksud menyudutkan, tetapi seringkali dibalik pola gereja tradisional, maka liturgi lebih utama dari ekspresi..
    lihat contohnya ( maaf bukan bertujuan negatif ) bung RM yang dirumahnya juga ada kapel dan menjadi imam ,mulanya saya bangga melihat ini menjadi kesaksian tetapi benar juga asumsi saya bahwa , liturgi lebih berperan, syariat lebih menonjol dibanding makna hubungan dengan Tuhan , akhirnya yang tampak adalah bukan kesaksian…
    seolah menggambarkan bahwa ada kekosongan dalam hidup bung RM meskipun ritual diadakan tiap hari …

    bagi gereja kharismatika bukan ritual yang penting namun spiritual nya…

    gereja gereja berpola konservatif selama ini sudah mengarah pada tradisi dan bukan relasi dengan Tuhan

    tetapi pola dasarnya memang banyak yang harus dipertahankan , itu harus kita akui namun sayang prakteknya
    sudah menjadi kebiasaan belaka ..

    shallom GBU all

  • petrus adi says:

    buat saudara kim, kalau kita memandang manusia bukankah firman Tuhan juga mengatakan manusia mengecewakan , kalau maksud anda adalah RM walaupun rumahnya dijadikan gereja tapi buahnya tidak baik maka bukan gereja atau ajarannya yg salah. bung saya dulu juga di karismatik dan saua pikir gereja orthodox adalah karismatik walau tidak menganut teologi karismatik BAGI SAYA KIDAH dalah sama pentingnya dalam hidup. Anda Pikir dalam lingkyngan karismatik tidak ada kejatuhan hamba2 tuhan ? ingat akan kasus RObert Li…..n ?.maka dalam ajaran yg benar yg rasuliah kita dibimbing dalam kebenaran bukan individu tapi bersama gereja yg jaya

  • paulite says:

    salam
    ak di solo ingin lebih mengenal greja ortodok, soale ak suka nuansa sakral n mistis g2 , bisa kasih tau jadwal misa nya gak?
    eh tp ak katolik ne ikut komuni nya bileh gak yooooow,

    eh kok isi milis panas towwwwwwwwwwww

  • simon petrus says:

    saya sangat tertarik dengan Gerej Katolik Ortodoks Yunani ini, saya seorang pemuda berasal dari Katolik Roma, ingin sekali bergabung dengan gereja ini, asal saya dari sumatera utara tepatnya di kota Pematangsiantar.

  • Elias Wawan says:

    Syaloom Alaikhem Be Shem Hamasiah
    untuk saudari paulite, untuk jadwal Liturgi di Gereja Orthodox Indonesia St. Catharina di Solo dimulai jam 8 pagi. Atau lebih jelasnya anda dapat berkonsultasi / menghubungi Romo Methodius Sri Gunarjo di 0818259811

  • Agama di Tengah-tengah Masyarakat Maiemuk

    Agama bukanlah sesuatu yang asing bagi kemanusiaan dengan segala persoalannya. Karena apa pun bentuknya agama sangat erat hubungannya dengan manusia. Ia bukan agama kalau tidak manusiawi. Ia dibentuk dan dilembagakan oleh manusia tetapi substansinya serta ajaran-ajarannya tidak bisa dilepaskan dari manusia sebab ajarannya bersumber dari Tuhan. Agama tidak hanya berbicara soal hubungan antara Allah dan manusia, tetapi juga soal hubungan antara manusia, bahkan dengan seluruh ciptaan Allah. Karenanya agama pun menjadi panduan bagi umat manusia bagaimana ber-Tuhan dan bermasyarakat. Bagaimana kita memperlakukan sesama adalah gambaran dari bagaimana kita berkomunikasi dengan Tuhan. Karenanya agama tidak boleh dipaksakan untuk dianut oleh orang lain.
    Pada prinsipnya tidak ada satu pun agama di dunia ini yang mendukung ketidakadilan yang terjadi di antara umat manusia. Tidak ada satu agama pun yang memberi rekomendasi bagi para penganutnya untuk menggunakan kekuasaan yang dimiliki atau menyalahgunakan potensi yang dimiliki dalam sebuah masyarakat. Lebih jauh lagi bahwa tidak ada satu agama pun yang dalam ajarannya melegitimasi kesenjangan sosial, kerusuhan dan ketidakadilan dll. Semua agama mengajarkan hal-hal yang membawa kesehjateraan bagi umat manusia. Karenanya memang semua agama harus mampu saling merangkul, apalagi di tengah masyarakat majemuk seperti bangsa dan Negara Indonesia.
    Memang persoalannya adalah, bukankah ketidakadilan itu adalah juga akibat tindakan orang yang beragama? Bukankah penyelewengan jabatan, korupsi dan penipuan itu adalah dilakukan oleh orang yang beragama pula? Bukankah yang miskin dan yang kaya itu adalah orang beragama? Lalu pertanyaan pun muncul: “Apa hubungan agama dengan kenyataan semacam itu ?” atau “Bagaimana orang yang beragama melihat dan mencermati kenyataan semacam itu?” .
    Mungkin ada yang beranggapan bahwa agama tidak memiliki hubungan apa-apa dengan kenyataan sosial seperti itu. Mungkin ada anggapan seolah-olah agama tidak memiliki hubungan apa pun dengan realitas sosial. Atau mungkin agama dianggap hanya bersangkut-paut dengan soal-soal ketuhanan saja atau soal-soal kerohanian saja. Mungkin ada juga
    yang beranggapan bahwa agama hanya mempersoalkan hal-hal yang terkait dengan akhir zaman saja.
    Agama tidak dapat dipisahkan dari masyarakat. Agama tidak boleh tidak dihubungkan dengan pembicaraan mengenai hubungan manusia dengan Allah dan juga hubungan manusia dengan manusia. Hubungan ini bukan hanya membangun hubungan yang harmonis tetapi juga membangun kesadaran dan tanggungjawab. Tanggungjawab manusia kepada Allah dan tanggungjawab manusia kepada manusia. Karenanya, kepedulian agama
    atas persoalan-persoalan kemanusiaan menjadi agenda utama setiap pemikiran dan tindakan yang dikembangkan oleh agama. Kondisi-kondisi kemanusiaan seperti keadilan, keprihatinan, keutuhan masyarakat, kedamaian, kebersamaan dan kesejukan menjadi tugas utama agama untuk dihadirkan ditengah-tengah masyarakat, dikalangan pengusaha, birokrat, penguasa, konglomerat, politisi dan juga rakyat biasa yang sekali pun berbeda agama. Kehidupan seperti itulah seharusnya nampak di dalam kehidupan orang yang beragama, yaitu DAMAI dan RUKUN.
    Persoalan yang sering dihadapi adalah: Mengapa penganut sering melakukan hal-hal yang bertentangan dengan ajaran agamanya? Di sinilah pentingnya memberi perhatian kepada ajaran agama itu sendiri. Agama perlu dilihat bukan semata-mata berisikan tumpukan larangan atau hukum terhadap perbuatan-perbuatan yang tidak benar, tetapi merupakan pendorong, pemberi inspirasi positif dan yang melaluinya manusia lebih dimungkinkan untuk percaya diri. Hal ini berarti percaya pada diri sendiri yang memiliki kemampuan untuk berbuat baik dan juga percaya bahwa orang lain pun mampu berbuat baik sebagai tanggungjawab kepada Tuhan dan sesame manusia. Pada saat seperti inilah, agama yang satu dapat belajar juga dari agama yang lain. Kita sendiri harus mampu mensyukuri perbuatan baik dari agama lain.
    Dalam kaitan diatas, ada beberapa catatan penting:

    1. Perlu memahami peran sejarah yang telah dilakukan oleh agama untuk menolong dan sebagai pembanding yang setia bagi masyarakatnya. Agama sangat berperan di tengah-tengah masyarakat dan ini harus dihargai. Hal ini pun termasuk menghargai peranan agama lain, Dalam bangsa dan Negara yang majemuk ini siapa pun dia harus melihat bahwa peranan agama-agama memang sangat nyata dalam membangun kehidupan baik spiritual maupun moral masyarakat.
    2. Kita juga harus mampu menghargai perbedaan yang ada. Perbedaan bukan dengan sendirinya sebuah awal dari perlawanan dan permusuhan. Agama-agama berbeda karena sejarah manusia memang berbeda. Umat manusia diciptakan Tuhan tidak sama makanya ada perbedaan dan perbedaan itu pun seharusnya tidak menjadi persoalan.
    3. Pada pihak lain kita perlu kritis terhadap penampilan agama-agama, termasuk agama yang kita anut sendiri, siapa tahu di dalamnya telah ada sikap dan perilaku yang telah merugikan masyarakat serta yang mengancam kesatuan masyarakat. Karena memang tidak dengan sendirinya agama mampu melakukan fungsi integrative, malahan boleh jadi agama terperangkap sehingga tidak member kontribusi kepada kesatuan dan persatuan.

    Sering terjadi agama-agama terbawa arus kepentingan kelompoknya sehingga tidak memberikan kontribusi kepada rekonsiliasi malah menjadi sumber konflik. Ini yang harus dihindari secara serius agar agama tidak terseret kepada posisi diperalat untuk kepentingan tertentu.

    • Kwik Lie C says:

      Setuju juga,saya adalah etnis Tionghoa ber Agama Falun Dafa( Falun Gong) sering menyuarakan hal ini keseluruh akses ke agamaan atau dan etnis. Semoga satu dengan yang alin tanpa memandang agama menjadikan kita memahami hakekat keberaganaan itu sendiri. Thanks for Maruhum,cuplikan ini ku perbanyak juga.

  • Beberapa hari yang lalu kita semua turut menghadiri pemakaman seorang anak,adik,sahabat dan saudara yang sangat kita cintai. Kita datang ke makam dan melihat peti jenazah diturunkan,kita menabur tanah dan bunga perpisahan di makam itu.
    Tiba tiba sekarang seseorang yang hadir dalam pemakaman itu mengetuk pintu rumah yang berduka dan berteriak bahwa anak,adik,sahabat dan saudara kita yang meninggal itu hidup kembali. Apa reaksi kita????
    Mungkin kita menganggap ini lelucon murahan yang tidak lucu.Kita pasti tidak percaya.

    Allah pecipta alam semesta,Allah yg berkuasa atas hidup dan mati kita.Maka kita meyerahkan diri kpd kehendak Allah yang kudus yang kebijaksanaanNya tak terselami.Hidup kita seperti suatu perjalanan;tujuannya adalah rumah bapa sendiri.Semoga kita dapat menerima dgn ikhlas kebijaksanaan Allah.Semoga adik kita yg tercinta itu dianugrahi hidup abadi. Demi nama Sang Bapa Sang Putera dan Sang Roh kudus.Amin

    Roma 14:8 Baik hidup maipin mati kita ini milik Tuhan.
    2 Kor 5:1 rumah kita yang abadi dan sejati ada di surga.
    Luk14:2-3 “Percayalah,hari ini engkau bersamaKu di Firdaus.
    Yoh.6:40 Setiap orang yang percaya kepada Putera Manusia akan hidup selama lamanya.
    Maz.22,23 Tuhanlah gembalaku.

    Kami dari Yayasan Bina ni Pinasa dan Toko Buku Pharos Media mengucapkan turut berduka cita yang sedalam dalamnya buat keluarga Pater DR.CP.Manalu.

  • Adi says:

    Aku dari “Katholik”, but I am open for any teachings. :)
    Mau tanya aja, ini gereja ortodox Russia bukan ?
    Kelihatannya mirip2 sama Katholik tapi kok aku bingung dengan tradisi2nya, ada yang koptik, syria, yunani, russia.
    Aku suka dengan yang Russia. Kalau ada infonya boleh dong kontak2 aku di aaadiadi3 at gmail.com. Ooh ya , aku di Jakarta…

  • handoko says:

    Salam sejahtera dalam seiman,

    Saya menulis email ini, sedikit tergelitik dengan klaim beberapa orang mengatakan Gereja Ortodoks Indonesia sudah hadir di Pancur Barus sekitar abad ke-16. Maaf, pernyataan ini sungguh isapan jempol anak kecil saja. gereja ortodoks Yunani adalah gereja GRECO-ROMAN yang berbudaya Hellenisme – Latin yang biasa disebut sebagai Kekristenan Barat (Greco Roman Perspective). Satu-satunya Gereja yang hadir di wilayah NUsantara abad ke-16 di Pancur Barus, Pagaruyung dan Mojopahit adalah komunitas Gereja Nestorian yang berpusat di Irak (ctesifon). Juga Gereja Jemaat Mula-mula Nasrani Yerusalem yang mengungsi akibat kehancuran Yerusalem oleh kaisar Hadrian tahun 135 M. Mereka terserak di wilayah Timur Jauh. Mereka mengambil alih kepatriakan Gereja Assyria Timur abad ke-4-6 yang dipimpin kaum keturunan kerabat Tuhan kita Yesus. Kemudian, dalam perkembangan selanjutnya Gereja Assyria Timur otonom dan tetap bersekutu dengan Gereja Yerusalem yang berpusat ganda di Mesopotamia dan Burma – Cina. Mereka inilah yang bergerak ke wilayah Timur dalam fakta sejarah obyektif.

    Gereja Ortodoks Yunani, baru masuk ke Indonesia tahun 1998-an di Solo oleh presbiter Daniel Bambang Dwi Byantoro yang rindu beribadah Semitik, tetapi beliau salah mengartikan makna Semitik dengan bergabung dengan Gereja Yunani. Yunani tidak pernah disebut beribadah Semitik, tetapi Hellenisme. Semua terma keyakinan dan pola pemikiran Agama Kafir Yunani Kuno dimodifikasi dengan jubah Yudaisme. Semua terma Yudaisme diganti dengan pola dan berpikir serta keyakinan sinkretisme kafir Yunani. Semua nama nabi, tUhan, dan rasul-rasul diganti dengan Hellenisme. Mereka mengklaim sebagai agama Kristen Ortodoks. Menurut kategori apa? Hellenisme? Ortodoks yang benar harus dan mutlak kembali pada akar Kekristenan, yakni Yudaisme!!! Tuhan, Rasul dan Nabi semua adalah berbudaya dan berpikir Ibrani – Semitik – Yudaisme. Jadi adalah keliru jika kita berpikir Gereja Ortodoks Yunani adalah Agama Timur. TIDAK! Itu adalah agama Barat. Segala ritus ibadahnya bukan Semitisme, melainkan Agama sinkretisme kafir Yunani kuno. Semua istilah teologinya adalah Agama Kafir bukan berasal dari Kitab Suci, Kitab Suci telh ditundukkan kepada konsep berpikir Hellenisme.

    Salah satu pertempuran pemikiran Timur dan Barat berkulminasi pada diri Nestorius dari Syria yang berkiblat konsep Timur semitik, sementara Alexandria yang sudah diracuni pemikiran Hellenisme adalah pecandu sinkretisme Hellenisme.

    Nestorius, memang kalah dalam posisi politik dan siasat curang para bapa gereja yang tidak patut dibanggakan ini. Kaisar adalah pelaku politik yang selalu berorientasi apa yang menguntungkan pada kekuasaan …. Sama seperti Konstantinus yang ahli siasat propaganda politis memanfaatkan pertumbuhan Orang percaya di wilayah Barat.

    Sekali lagi, kita harus bersikap kritis terhadap arogansi BARAT (termasuk semua gereja-gereja yang dipengaruhi pola berpikir Greco-Roman); seharusnya kita orang Indonesia bangsa Timur harus sadar budaya,wilayah, sejarah dll. Marilah kita tidak dengan mudah dipropaganda murahan seperti pendapat yang mengatakan Gereja Ortodoks Yunani sudah hadir di Indonesia abad ke-16. Saya merasa risih sekali dengan KEBOHONGAN ini. Anda beragama tetapi mengapa anda harus menipu orang lain?

    Marilah kita jujur dalam beragama. jangan kita memanipulasi sejarah demi propaganda murahan keagamaan anda. Saya terus terang tidak simpatik dengan aneka eksotik Hellenisme itu, tetapi jika orang senang dengan jenis ibadat Ortodoks Yunani silahkan saja. Tetapi jangan mengklaim diri terhadap apa yang orang lain lakukan.

    Gereja Assyria Timur tida ada hubungannya dengan Gereja-gereja Ortodoks – Katolik dan Protestan. Mereka secara Kristologi berbeda dengan Gereja-gereja Kristen lainnya. Mereka juga disalahpahami oleh Kekristenan seolah-olah mereka kaum Assyria (Nestorian) percaya Yesus itu dua pribadi dan dua kodrat … itu khan kata kaum Kristen Barat yang suka menutup pikiran dan telinganya mendengar apa yang dijelaskan oleh orang lain. salah sendiri jika kaum Kristen menilai kaum Nestorian percaya seperti mereka pikir! Faktanya, bumi dan langit. Ini sangat memalukan. tetapi Kekristenan non-Nestorian tidak akan pernah mengaku mereka salah … mereka terkenal arogan, jika perlu keluarkan senjata untuk menutupi kelemahan konsep mereka. ujung-ujungnya semua bermotif ETNOSENTRISME dibalik topeng keagamaan Kristen.

    Semoga tulisan ini, sedikit menggelitik pikiran anda untuk lebih kritis melihat apa yang tampak di indra anda yang terbatas itu. Saya pribadai tidak percaya apa yang diklaim oleh Konsili Kristen! Semuanya itu hanya ASUMSI RASIONAL KONSENSUS BERSAMA yang mendasarkan pada hipotetis mereka pada Kisah Para Rasul 15: 28. Pada hal Tuhan sampai sekarang tidak pernah mewahyukan dan menyetujui apa yang diyakini pada Konsili-konsili Kristen adalah benar, semua itu adalah teologia Farisisme (tradisi-tradisi manusia). Kitab Mislei (Amsal) mengatakan: Jika tidak ada WAHYU liarlah rakyat (ahli teologia)….Amsal 29: 28. Di mana ada Wahyu yang mengakui Konsili-konsili dan semua ajaran-ajaran para Bapa Gereja, dan ajaran-ajaran Reformator Protestan?

    Sungguh memalukan, jika kita mengklaim Allah itu setuju dengan pendapat kita, bagaimana kalau Dia jijik melihat apa yang kita imani?

    Demikianlah, sepintas pemikiran saya dan mereka yang berpikir kritis.

    Salam damai dalam Tuhan,

    Handoko Prayitno, M.Si., M.Hum.

  • agama adalah bagian dari kita namun zaman modern atau globalisasi ini banyak orang jadi bingung ikuti dengan perkembangan tersebut maka solusi atau langkah-langkah untuk mengatasi dampak tersebut bagimana?

  • Senang mendapat sebuah informasi atau pemikiran yang disampaikan oleh Bapak Handoko walaupun saya sedikit kuarang setuju masalah Theologia Farisismenya dalam konteks menjalankan agama sampai saat ini.

    Mau nanya nih pak,walau sedikit menyimpang ya. tapi boleh dong kasih masukan yang netral. Begitu antusiasnya sekarang pemuda pemudi Batak untuk menganut dan melestarikan agama Suku batak di Seluruh dunia ini. Saya kebetulan Kristen tapi hati saya selalu tertarik menganut dan melestarikan bahkan mengembangkan Agama Parmalim. Trimakasih.

  • cok david says:

    berapa lama sih kita mengenal yg namanya KRISTEN..???? plus minus menjadi orang2 kristen: siap2 berhadapan dengan angkuh/congkak diantara kita, itulah resiko yg harus diterima “di Tanah Melayu tercinta ini”. janganlah saling cibir. biar beda kubah mari menuju arah yang kita kenal TRITUNGGAL KUDUS, ya kan…???? ayolah saling rangkul pasti asyik !!!!! pasti bisa !!!!! mari kita buka & baca buku cerita Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru itu. lama2 pasti ada yg dimengerti, kok!!!!!

  • Antonius says:

    Salam Sejahtera,
    Saya Ingin Mengenal Ortodoks Lebih Dekat, Saya Di Jakarta. Mungkin Ada Contact Person Yg Bisa Saya Hubungi Di Jakarta ? Atau Ada Alamat Gereja Yg Bisa Saya Kunjungi ?
    Apa Perbedaan Ortodoks Rusia – Yunani -syria ?
    Maaf, Karena Saya Beragama Katolik. Sehingga Kurang Paham Akan Ortodoks.
    email / ym Saya : mac__edwardus@att.net (Double “_”)
    Terima Kasih Atas Petunjuknya.

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.