Hari ini, 22 Desember adalah Hari Ibu. Hari ini mengingatkan kita betapa kasih ibu
itu sungguh tulus. Mungkin aku orang yang paling beruntung sedunia karena bisa mengenal
seorang ibu dalam hidupku. Semenjak aku kecil, remaja hingga sekarang, ia tetap setia menjaga dan
merawat keluargaku.
Dia dengan sabar membersihkan ngompolku sewaktu kecil. Dengan lemah lembut dia mengajari aku
bagaimana menghadapi hidup, bagaimana bersikap sopan, suka memberi, dan masih banyak lagi. Dia juga
menjadi tempatku bercerita tentang banyak hal mulai dari masalah sekolah, teman-teman hingga
perkara lawan jenis.
Aku tidak pernah lupa ketika ia berkata, “Kamu jangan main-main sama cewek.
Nanti kamu kena batunya”, “Padi yang kamu tanam, padi juga yang kamu tuai”, “Jadi laki-laki itu
harus kuat”, “Kamu jangan membesar-besarkan masalah yang sebenarnya bukan masalah”, “Makanya bersyukur,
orang bersyukur itu apa aja bisa dimakan”, “Kamu jangan cuek, nanti dikira orang kamu sombong”, dan
masih banyak lagi berbagai nasihat dan omelan. Semakin aku besar, aku semakin setuju dengan nasihatnya
itu, tidak jarang pula aku malah senyum-senyum sendiri setiap kali ia menasihatiku, soalnya nasihatnya
sudah hapalan itu-itu saja.
Menyenangkan sekali bila kita mempunyai seorang ibu yang bisa menjadi sahabat. Ia memberikan dorongan
ketika kita putus asa. Ia percaya kalau kita bisa berbuat sesuatu. Ia
mengingatkan kita untuk mengasihi orang lain. Pernah suatu kali, ketika aku gagal mengikuti
ujian komprehensif untuk lulus sebagai sarjana dari FEUI, aku meneleponnya dari sebuah wartel di
kampus UI Depok. “Mom, aku nggak lulus,” kataku lemas. “Ya, sudahlah, nggak apa-apa. Kamu coba
lagi di waktu lain. Waktumu kan masih panjang. Kamu pasti lulus.”
Kalimat yang pendek seringkali menyentuh jiwa seseorang. Kerap kali aku mengalami hal itu ketika
ibuku berbicara kepadaku. Aku bersyukur mendapat kesempatan memiliki seorang sahabat, ibuku sendiri.
Aku bisa menggandengnya ketika hendak menyeberang, merangkulnya sambil berjalan menuju salon,
merayunya agar mau menuruti keinginanku, dan sebagainya.
Selamat Hari Ibu, untuk ibu-ibu yang ada di seluruh bumi nusantara ini. Menjadi ibu adalah anugerah
terindah dari Tuhan. Anda bisa mencetak anak-anak muda generasi penerus yang diberkati dan memberkati
banyak orang. Kiranya semua ibu beroleh umur panjang dan hikmat kebijaksanaan untuk mendidik dan
membimbing anak-anaknya.
Popularity: 1% [?]
Tulisan Terkait
- Tidak ada tulisan terkait.