Nabi-nabi palsu yang mengajarkan ajaran sesat sudah dinubuatkan dalam Alkitab.
Mereka akan membuat orang-orang benar menyimpang dari jalannya, memecah belah
gereja, dan ‘mengatasnamakan’ Tuhan dalam setiap tindakannya dengan serampangan.
Lihat pelajaran lebih lengkap tentang Nabi
Palsu ( ) dan Yesus
Akan Datang Kembali ( ).
Mengingat kisah di Cina dan Seoul, kebanyakan jemaat yang berorientasi ‘kiamat’ ini memiliki segudang kesusahan hidup dan
penderitaan. Mereka rindu sekali agar Tuhan datang membebaskan mereka dari tekanan hidup. Begitu cintanya mereka
akan kedatangan Tuhan, mereka menjual semua harta bendanya dan meninggalkan keluarganya. Mereka tahu betapa
indahnya suatu masa di mana mereka bisa tinggal bersama-sama dengan Tuhan di surga.
Tidak ada lagi ratap tangis dan penderitaan, melainkan sukacita dan kedamaian memenuhi mereka.
Mengetahui berita tentang saudara-saudara kita dari sekte Pondok Nabi sangat
mengiris hati. Melihat asal daerah mereka, Kupang (126 orang), Maluku (62
orang), dan selebihnya dari Papua, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Kalimantan
Tengah, dan Sumatera Utara, saya yakin mereka kebanyakan adalah orang-orang
sederhana yang lugu dan mudah menerima suatu pengajaran sekalipun itu tidak
benar.
Terlepas dari kesesatan dan kesalahan yang telah mereka perbuat, saya merasa
iri dengan betapa besarnya kerinduan mereka bahwa Tuhan akan datang ‘mengangkat’
mereka. Paulus dan Yohanes bahkan Yesus sendiri, berulangkali mengatakan bahwa
setiap orang percaya ‘menanti-nantikan’ kedatangan Tuhan yang kedua kalinya.
Maksudnya adalah agar orang percaya bersiap diri dan hidup dalam kebenaran.
Mencerna firman tentang ‘kedatangan Tuhan’ dan mengimaninya setiap hari tampaknya bukan milik semua orang.
Daya pikat dunia, dosa, kekhawatiran, kesombongan, dan superioritas manusia, membuat banyak dari kita lupa bahwa Tuhan akan segera datang. Tidak jarang kita mendengar atau mengatakannya sendiri, “Ah… Tuhan masih lama kok datangnya…”
Namun, bila kita kembali kepada kasih mula-mula kepada Tuhan, kita tahu betul bahwa setiap jam, kita hidup untuk Tuhan.
Tidak jarang kita menangis, berharap kita segera berjumpa dengan kekasih kita, Yesus Kristus.
Kita mencintai Dia dan suatu saat nanti kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan (1 Tes 4:17).
Saya berdoa kiranya Tuhan meluruskan kembali pikiran dan hati saudara-saudara
kita dari Pondok Nabi (mungkin termasuk kita). Tidak ada seorang pun yang
tahu tanggal dan waktu kedatangan Tuhan yang kedua kalinya. Bahkan Anak pun
tidak tahu, hanya Bapa yang tahu. (Markus 13:31-37).
Popularity: 1% [?]
Tulisan Terkait
- Tidak ada tulisan terkait.