Buku ‘wajib menulis fiksi’ setebal 335 halaman yang dikeluarkan oleh Penerbit Kaifa, Bandung ini memuat panduan komplit dalam menulis mulai dari sumber inspirasi, pemilihan setting, tokoh, plot, sudut pandang, dialog dan adegan, pembuka dan penutup, dan sebagainya. Saking lengkap dan tebelnya buku ini, gua sampe sekarang belum selesai baca buku ini, baru satu bab alias 28 halaman dari 335 halaman. Terlalu komplit man!
Gua udah lupa harganya berapa, tapi yang pasti di Gramedia pasti ketemu. Berikut ini, ada secuil artikel tentang buku ini yang gua kutip dari Suara Pembaruan, Minggu, 19 Oktober 2003.
MENULIS itu gampang,” kata Arswendo. Tetapi, coba ambil sehelai kertas dan alat tulis. Lalu tuliskan apa yang ingin dituliskan, gagasan yang sudah ada dikeluarkan. Baris pertama dan baris kedua mungkin mudah dilakukan. Bagaimana dengan baris-baris selanjutnya, sehingga menjadi tulisan yang baik dan enak dibaca. Ya, menulis itu memang gampang bagi seseorang yang memiliki bakat sebagai penulis. Apakah itu benar?
Jika bakat adalah jawabannya. Apakah dengan begitu kita langsung dapat menulis dengan mahir. Kata-kata yang indah keluar begitu saja, kalimat-kalimat panjang yang tercipta dengan mudah. Apakah seperti itu? Tidak. Tidak ada seseorang yang langsung menjadi besar. Langsung menjadi mahir dalam segala hal. Semua butuh proses. Semua butuh usaha dan kerja keras.
Dalam Kata Pengantar Hilman Hariwijaya bercerita mengenai perjuangannya hingga ia dapat menjadi seperti sekarang. Seorang bocah yang kurus duduk dalam satu meja dengan penulis-penulis terkenal seperti Arswendo Atmowiloto, Leila S Chudori, Agus Arya Dipayana, dan Jay Bimo.
Bocah itu merasa minder duduk dalam satu ruangan dengan mereka. Tetapi, ia tak kenal lelah, justru ia datang ke tempat itu untuk memulai belajar menulis. Hingga akhirnya seorang bocah yang kini menjadi seorang Hilman Hariwijaya yang dikagumi banyak orang mendapat kesempatan untuk membuat wawancara kecil.
Tidak sampai di situ saja, Hilman selalu menuliskan teman-temannya yang memiliki karakter unik dan menonjol, kemudian nantinya ia jadikan tokoh dalam cerita-ceritanya. Sehingga tidak jarang ia dimusuhi oleh teman-temannya karena merasa ditelanjangi. Hilman percaya, usaha yang keras untuk menjadi penulis terkenal adalah jalan yang wajib ditempuh.
Josip Novakovich, seorang pengarang yang kini mengajar penulisan cerita fiksi di Universitas Cincinnati. Cerita fiksinya telah menghasilkan dua penghargaan Pushcart, serta masing-masing penghargaan National Endowment for the Art Felowship Ingram Meril, dan hadiah Cohen/Ploughshares.
Dia tinggal di Cincinnati bersama istrinya, Jeannette, dan putranya, Joseph. Menjadi seorang pengarang menurutnya hanya duduk dan mulailah menulis. Ia mengesampingkan teori-teori kepenulisan fiksi. Pembicaraan tentang bakat, inspirasi, dan kegeniusan adalah gangguan.
Untuk menjadi pengarang yang baik, ia mengatakan Anda harus memiliki sifat yang saling bertolak belakang, yakni sifat suka menyendiri, tetapi juga suka berkelompok.
Sebagai pengarang, Anda memerlukan perasaan kemandirian yang kuat, membutuhkan waktu untuk menyendiri dan berpikir seorang diri- jadi, silakan, bekerjalah sendiri.
Dalam bukunya ini, ia memang tidak memberi teori yang wajib digunakan sebagai syarat menjadi seorang pengarang yang baik. Ia melatih membuat kita terus berlatih untuk menulis dan menulis. Sesuatu butuh pemanasan. Begitu juga dengan menulis.
Pada Bab Pertama, sumber cerita fiksi didapat dari pengalaman kita sendiri. Mulailah dengan hal-hal yang terdekat. Nikolai Gogol, mengubah suatu kejadian nyata menjadi fiksi, sehingga jadilah Overcoat.
Pengarang novel Prancis, Claude Simone menyatakan untuk mengumpulkan bahan untuk suatu novel sebenarnya cukup mengitari sebuah blok di kotanya. Setelah pulang, tuliskan apa yang kita lihat, pikirkan, rasakan, ingat dan seterusnya. Maka pesannya, tuliskan hal-hal yang kita ketahui. Itu sudah cukup.
Latihan menulis membuat kita terbiasa. Memberikan nuansa yang lain, sebelum kita mengenal dunia kepenulisan kreatif ini. Kita tidak harus menunggu ilham, bergantung pada suasana hati yang senang atau pun tenang.
Dengan suasana hati yang tertentu, misalnya sedih, bahagia, marah dan lain-lain, hal itu akan membuat miskin tulisan kita sebab suasana hati tidak berkembang. Tulisan menjadi mati, tidak memiliki roh.
Dalam buku ini, hal-hal yang mengerikan untuk memulai menulis, membuat perjalanan itu menjadi mudah dan lancar. Kita tidak harus dipaksa untuk menuruti aturan yang ditetapkan dalam buku ini. Kita hanya mengikuti petunjuk dan melaksanakan sesuai dengan kepribadian kita sendiri.
Mungkin kita dapat meniru atau mencontoh tulisan yang diberikan oleh Josip dari pengarang-pengarang terkemuka dunia seperti Leo Tolstoy, Mark Twain, Ernest Hemingway, Charles Dickens, atau Gabriel Garcia Marquez, tetapi nanti, dengan sendirinya kita akan menemukan ciri khas kita sendiri. Sebab, kita telah mengenali tulisan kita sendiri dari beragam latihan yang telah dilaksanakan. Bisa ala biasa.
Menulis, membuat pikiran yang kacau dapat dikurangi, apabila dituangkan, ditumpahkan ke dalam bentuk tulisan. Perasaan tersalurkan lewat pena yang bergerak di atas kertas. Jangan takut untuk memulai menulis. Jangan ragu untuk menuliskan apa yang kita lihat dan rasakan. Karena hanya itu yang dapat dilakukan sebagai penulis pemula. Karena hanya itu yang dapat dilakukan untuk menjadi besar. Maka, duduk dan menulislah. (Santi Mulyani)
Popularity: 1% [?]
Tulisan Terkait