Theological truth is useless until it is obeyed. - A.W.Tozer
Bible Study

Kumpulan Bahan Belajar Alkitab dalam format file pdf.

Computer & Internet

Semua tips komputer dan internet yang wajib untuk diketahui

Download

Wallpaper, Clipart, semua yang gratis ada di sini.

Jokes

Tempat melepas penat dengan tertawa.

Renungan

Tempat merenungkan kebaikan dan kasih setia Tuhan.

Home » Tips & Thoughts

Menanggapi Perubahan

Submitted by riel on 22/09/2003 – 12:21 PM | 200 views
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Saya sudah beberapa kali mengikuti rapat tim yayasan yang dibentuk oleh Pak Ishadi SK
di Gedung Trans TV Lt. 9. Tim ini terdiri dari anak-anak muda yang kebanyakan dari
Fakultas Komunikasi UI, yang sebentar lagi akan lulus. Perdebatan terbuka terjadi
dalam rapat, di mana setiap orang dapat mengajukan tanggapan, usulan dan kritik, dan
semuanya dibahas hingga tuntas.

Untung saja saya masih termasuk bagian dari mereka, generasi Y, yang lahir antara tahun
1978 sampai dengan 1986. Generasi baru yang penuh dengan talenta, berpikiran terbuka, dan
memiliki minat yang luas. Rupanya, Pak Ishadi jeli dalam memanfaatkan kelebihan generasi Y ini.
Sepertinya ia tidak terlalu suka melibatkan generasi X atau generasi yang lebih
tua karena mereka cenderung menolak perubahan, lamban, tidak kritis
dan sudah merasa nyaman di posisinya sendiri.

Beberapa bulan terakhir ini, saya mengalami beberapa perubahan yang signifikan dalam
kehidupan pribadi saya.
Pada awalnya saya takut lalu menolak perubahan itu dan berusaha mempertahankan agar
keadaan kembali seperti sedia kala. Namun, saya semakin menyadari,
bahwa saya harus menerima perubahan itu dan saya harus beradaptasi. Perubahan itu tetap ada,
meskipun saya berusaha mati-matian menolak perubahan itu. Akhirnya saya mengambil sikap
untuk bergerak ke arah yang baru dengan pendekatan dan gaya yang baru sembari menekankan
pada diri saya sendiri bahwa lebih baik jika kita yang memulai perubahan selagi bisa,
daripada hanya bereaksi dan berusaha menyesuaikan diri.

Biasanya, kita takut pada perubahan. Gawatnya lagi, semakin kita tua, perubahan seakan-akan
berubah menjadi monster yang selalu mengusik mimpi kita di malam hari. Kita ingin memiliki hal-hal yang
ideal dalam hidup ini seperti hidup sehat, rasa aman, mempunyai keluarga yang saling
mencintai suatu hari nanti, mempunyai pekerjaan dengan gaji besar, tinggal di rumah yang nyaman,
dan sebagainya.

Namun, karena begitu terjeratnya hidup kita dengan konsep ‘ideal’ itu, kita menjadi terpaku dan enggan berubah
ketika sesuatu terjadi tidak sesuai dengan yang kita harapkan. Kita mulai ketakutan,
mengomel dan termenung saja.

Kita ngotot bahwa seharusnya peristiwa dalam hidup kita itu tidak seharusnya terjadi, dan akibatnya
kita tidak pernah melangkah maju, terjebak dalam ketakutan yang kita buat sendiri, dan jauh tertinggal
di belakang. Padahal, semakin cepat kita menerima perubahan dan melupakan apa yang ada di belakang kita, maka semakin cepat pula
kita menemukan hal-hal baru yang lebih baik.

Perubahan pasti selalu terjadi, entah kita mengharapkannya atau tidak. Yang menjadi masalah adalah,
apakah kita mau belajar dan beradaptasi terhadap perubahan. Saya mendapati bahwa perubahan dapat
mendewasakan kita bila ditanggapi dengan benar dan dapat menghancurkan kita bila ditanggapi dengan salah.
Kita bisa saja menanggapi salah, tetapi ketika kita berbalik arah dan mengambil sikap yang benar,
kita akan melihat bahwa perubahan itu baik untuk kita.

Tidak ada yang tetap sama di dunia ini. Teman dan keluarga kita berubah.
Pekerjaan dan pelayanan kita berubah. Apakah kita mau terus ngotot seraya berkata, “Aku tidak mau
ada perubahan. Aku mau seperti dulu!” Kita harus bertanya pada diri kita sendiri, apa yang perlu kita
lakukan agar bisa merelakan dan apa yang kita butuhkan agar bisa bertindak.

Jangan biarkan diri kita terpaku kepada masa lalu, terus kecewa dan sedih, sehingga menghalangi
pandangan dan langkah kita menuju masa depan. Kita harus menerima perubahan itu, berani menertawakan
diri kita sendiri yang sudah gagal, lalu cepat bertindak meninggalkan zona rasa nyaman kita itu demi
menemukan hal-hal baru yang lebih baik. Kita akan menemukan petualangan-petualangan baru dan semakin
dewasa dalam hidup kita sebagai orang percaya. Jadi jangan tunda lagi, ini saatnya untuk berubah dan
melangkah ke arah yang lebih baik, masa depan yang penuh harapan dalam iman kita kepada Yesus Kristus.

Popularity: 1% [?]

  • Share/Bookmark

Tulisan Terkait

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.