Aku menulis bukan untuk menyombongkan diri. Aku menulis hanya untuk menunjukkan
betapa Tuhan itu masih bekerja di tengah-tengah kita. Aku menulis untuk mengobati
jiwaku yang terluka dan kesepian. Aku menulis agar cintaku kepada-Nya tetap menyala
hari demi hari.
Kamu mungkin tidak pernah melihat atau bertemu denganku. Kamu mungkin tidak tahu
keburukan dan kelemahanku sebagai seorang manusia yang masih diselubungi oleh tubuh
yang fana ini. Kamu mungkin akan kecewa bila sudah semakin mengenalku.
Biarlah tulisan-tulisanku bisa menjadi sumber inspirasi dan berkat bagi kamu. Tetapi
janganlah kamu bersandar dan takjub pada tulisan-tulisanku, tetapi takjublah pada Allah
pencipta alam semesta, yang telah menciptakanmu begitu sempurna. Ujilah tulisan-tulisanku
dan janganlah terlalu mudah percaya kepadanya. Sebab kehidupan seseorang di dalam Tuhan
bisa dipercaya dan bisa diuji setelah matipun ia tetap percaya dan mengasihi Tuhan.
Umurku masih muda dan jalanku masih panjang, itupun bila Tuhan masih berkenan menganugerahkanku
hidup yang indah bersama-Nya di dunia ini. Semakin aku belajar dan tahu banyak hal, aku semakin
menyadari bahwa aku tidak tahu apa-apa tentang hidup ini. Aku hanyalah manusia biasa, yang membiarkan
Tuhanku yang luar biasa, membuatku menjadi luar biasa. Sebab bukan aku lagi yang hidup, melainkan
Dia yang telah membebaskan dari belenggu dan kutuk dosa.
Jangan bersandar pada manusia, tetapi bersandarlah kepada Allah. Kasih setia dan janji-Nya sudah
terbukti. Ingatlah senantiasa akan Dia dan serahkanlah segala kesusahanmu. Mintalah kepada-Nya,
maka kamu sudah menerimanya.
Setiap pagi aku berseru kepada-Nya, bahkan ketika aku lemah karena beban hidup
yang menekanku, roh yang di dalamku berbicara kepada Allah dengan bahasa yang tak terucapkan.
Aku senantiasa berdoa, agar kamu semua, bisa mengerti betapa dalamnya, lebarnya, panjangnya,
dan tingginya kasih Allah itu.
Kita mempunyai Tuhan yang hidup. Kita mempunyai Tuhan yang mendengar setiap seruan umat-Nya.
Untuk seketika lamanya kita menderita, tetapi dalam seketika pula Ia mengubahkan ratap dan tangis
kita menjadi tari-tarian. Kebajikan akan selalu mengikuti kita. Kemurahan-Nya akan selalu menghidupi
kita. “Jangan gelisah hatimu, sebab Aku sudah mengalahkan dunia.” Kamu ingat perkataan ini kan? Perkataan
seorang Tuan kepada hamba-hamba-Nya, yang telah diutus-Nya seperti domba ke tengah-tengah serigala.
“Jangan takut, sebab Aku memperhitungkanmu sebagai orang yang Kukasihi. Jangan bimbang dan percayalah
kepada-Ku, Aku akan memberkatimu berlimpah-limpah, lumbung-lumbungmu akan penuh dengan kemurahanku,
keturunanmu akan bercahaya seperti bintang di langit, dan ketahuilah Aku mengasihimu.”
Popularity: 1% [?]
Tulisan Terkait
- Tidak ada tulisan terkait.