The man who believes the promises of God expects to see them fulfilled. Where there is no expectation there is no faith. - A.W.Tozer
Bible Study

Kumpulan Bahan Belajar Alkitab dalam format file pdf.

Computer & Internet

Semua tips komputer dan internet yang wajib untuk diketahui

Download

Wallpaper, Clipart, semua yang gratis ada di sini.

Jokes

Tempat melepas penat dengan tertawa.

Renungan

Tempat merenungkan kebaikan dan kasih setia Tuhan.

Home » Short Story

Kisah Seorang Pemuda 2

Submitted by riel on 18/09/2003 – 11:59 PM | 290 views
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Ketika pemuda itu dicukupkan kebutuhannya, ia tahu itu karena belas kasihan Tuhan. Ketika pemuda
itu sedang kesulitan, ia tahu ia harus bersandar pada belas kasihan Tuhan. Itulah mengapa
ia lebih suka berdiam diri, hati-hati menjalani hidup, dan sering ngotot bila berhadapan dengan
prinsip.

Perempuan menyebutnya egois, keras kepala, mau menang sendiri, dingin, apapun yang mereka suka
ucapkan. Mereka mencintainya tetapi mereka tidak pernah bisa memilikinya kecuali gadis sederhana
yang sebentar lagi akan meninggalkannya demi suatu cita yang sudah lama dinanti-nantikannya.

Mencapai kesempurnaan membutuhkan orang yang tidak sempurna. Mencapai kesempurnaan
harus melewati masa sukar dan ujian yang menghantam sisi gelap seorang manusia,
cinta pada diri sendiri. Mungkin Tuhan juga ikut diam ketika melihat pemuda
itu diam. Mungkin Tuhan juga mengerti, ketika pemuda itu datang kepada orang
yang dicintainya tetapi yang dicintainya itu harus pergi meninggalkannya.
"Untuk beberapa lama waktunya, Aku tidak bersama-sama dengan kamu, tetapi
ketahuilah Aku akan menyertai kamu hingga pada akhir zaman."

Pemuda itu ingat akan perkataan Tuhannya. Akankah cintanya bisa berjanji
dan berkata akan abadi hingga pada akhir zaman? Sekali lagi, waktu tersenyum
kecut tidak bisa menjawab karena ia sendiri merasa takut.

Pemuda sederhana yang memusuhi dunia itu, juga resah akan masa depannya. Ia harus belajar
hidup dengan sokongan dana ratusan ribu rupiah setiap bulannya. Ia bekerja keras setiap hari,
sering dengan tangis bercampur tawa yang dipendam sendiri, berharap dan terus berharap. Keraguan
selalu mengintip dan siap menerkam di kala pemuda itu lengah. Sekali dua kali, pemuda
itu jatuh terjerembab, nyaris mati dikeroyok ratusan keraguan yang setelah puas memukulinya,
pergi menghilang tanpa bekas.

Ia ingin membantu saudaranya yang sudah puluhan tahun sakit kakinya, namun
belum bisa karena biaya operasi yang sangat besar. Ia ingin membantu membiayai
sekolah adik-adiknya, saudara-saudaranya yang dihimpit kemiskinan sehingga
untuk makanpun sulit, tetapi belum bisa. Ia ingin menolong sahabat-sahabatnya
yang kecewa kepada Allah, yang merusak dirinya sendiri, yang kecewa terhadap
dirinya sendiri, yang sering membuat hati pemuda itu berdukacita namun ia
tidak bisa memaksakan kehendak karena sahabat-sahabatnya itu harus memutuskan
sendiri jalan hidupnya.

Pemuda itu ingin menjadi orang yang baik namun sering disebut terlalu naif, munafik, dan tidak
realistis. Ia sebenarnya sama saja seperti kebanyakan orang, yang bisa gelisah dan takut meskipun pagi
tersenyum kepadanya. Pemuda itu bisa duduk termenung di atas sofa berjam-jam tanpa melakukan apa-apa
kecuali menatap televisi yang juga sedih. Pemuda itu suatu ketika bisa menjadi penyair, bisa menjadi
pengkhotbah, bisa menjadi penipu, bisa menjadi kepalsuan, di lain waktu ia bisa menjadi seorang munafik.

Namun, ada satu hal yang selalu membuatnya jatuh tersungkur dengan hati hancur
yaitu cinta Tuhannya yang tidak pernah meninggalkannya. Kasih karunia dan
anugerah-Nya selalu baru tiap pagi, selalu menjaga-nya, selalu mengampuninya,
selalu mengasihinya. Ia tidak mempunyai uang yang banyak, tidak mempunyai
mobil, tidak mempunyai rumah, atau apapun juga yang bisa membuatnya sombong
lalu terbuai membeli cinta semu yang ditawarkan dunia. Yang dipunyainya hanyalah
cinta Tuhannya, yang bisa mengertinya, bisa menerimanya, bisa mencintainya,
dan tidak pernah meninggalkannya.

Popularity: 1% [?]

  • Share/Bookmark

Tulisan Terkait

5 Comments »

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.