Malam itu menjadi malam yang tak terlupakan dalam hidupku. Hari kedua dan hari ketiga retreat aku
lalui dengan sukacita yang luar biasa. Aku merasakan betapa Tuhan itu begitu dekat dan
aku bisa mengajak-Nya
‘ngobrol’ seakan-akan Dia seperti sahabat yang benar-benar mendengarkan semua ucapanku.
Tidak ada kata-kata yang bisa mengekspresikan pengalamanku ini. Namun, yang pasti, hari itu adalah hari dimana aku memberikan
hidupku sepenuhnya, semua cita-cita dan harapanku, dan berjanji bahwa aku ingin mengikut Yesus
sampai selama-lamanya.
Sepulangnya dari retreat ini, ‘cinta pertamaku’ rupanya belum berakhir. Selama dua minggu penuh,
aku bangun pagi-pagi, bernyanyi memuji Tuhan dan bersuara dengan ‘bahasa baru’ itu tanpa henti-henti.
Sering kali, ketika aku berkata-kata dengan ‘bahasa baru’ itu, aku hanya bisa menangis di
hadapan Tuhan betapa aku sudah dilayakkan oleh-Nya dan betapa aku semakin merasakan kalau
Tuhan benar-benar mengasihiku.
Aku selalu menemukan kelegaan, kedamaian dan sukacita setiap kali aku bertemu dengan Dia setiap pagi
waktu itu.
Sepanjang hari hatiku tetap ‘merendah’ dan berkata betapa Tuhan itu baik, Dia yang bebaskanku, Dia yang
beri aku kelegaan, Tuhan Yesus aku mau ikut Engkau. Sepanjang hari selama dua minggu penuh hatiku
penuh dengan pujian dan ucapan syukur. Tidak pernah dalam hidupku aku mengalami hal seperti ini.
Suatu momen yang mengubahkan sejarah kehidupanku.
Itulah mengapa setiap kali lagu ‘My First Love’
dinyanyikan di gereja, aku selalu teringat pada pengalaman selama tiga minggu bertemu dengan
‘cinta pertama’ Tuhan Yesus Kristus. Semenjak saat itu, aku mendapat kekuatan ekstra untuk
berjuang melawan keinginan daging dan hawa nafsu. Aku tidak perlu lagi ‘bersusah payah’ mencari
pegangan dan alasan mengapa aku harus bertahan agar tidak jatuh ke dalam dosa, sebab aku sudah tahu
bahwa ‘cinta pertamaku’ itu adalah pegangan dan alasan mengapa aku harus bertahan dan menang atas
dosa.
Setelah menerima Baptisan Roh Kudus, aku mendapat pemahaman baru. Bila
kita ingin berubah, kita harus bertobat dari dosa-dosa kita. Kita
harus mencapai suatu titik dimana kita tidak bisa lagi berbuat apa-apa selain
berserah kepada Tuhan. Kita harus mencari, meminta bahkan berseru dengan sungguh-sungguh
agar Tuhan menyatakan diri-Nya dalam kehidupan kita. Hati yang hancur dan
haus akan Dia adalah pintu menuju suatu perubahan hidup.
Mengharapkan perubahan tetapi belum memiliki hati yang hancur hanya membuat perubahan terasa
mimpi belaka. Kita harus meminta kepada Tuhan, supaya Ia tinggal dalam hati kita dan dipenuhi
oleh Roh Kudus. Perubahan hidup tanpa Roh Kudus akan membuat frustasi, dan itulah yang aku alami
selama bertahun-tahun. Meskipun aku mengetahui isi Alkitab, tahu banyak doktrin, dan sudah ikut Sidi,
aku tetap frustasi dan tidak mengalami perubahan hidup karena aku
mengandalkan logika dan kekuatanku sendiri.
Perubahan hidup harus dengan pertolongan Roh Kudus. Sebab Roh Kuduslah
yang akan mengajar dan memampukan kita untuk hidup sesuai Firman-Nya. Kita harus berdoa dan merendahkan
diri agar Roh Kudus benar-benar menguasai seluruh aspek kehidupan kita. Tanpa Roh Kudus, perubahan
sejati tidak akan pernah terjadi dalam kehidupan kita.
Popularity: 1% [?]
Tulisan Terkait
- Tidak ada tulisan terkait.