Aku ingin mengeluh tapi aku tahu mereka juga sedih terpaksa melakukannya.
Aku ingin menangis tapi aku tahu air mata itu akan kusimpan sendiri.
Aku ingin memberikan yang terbaik bagi mereka. Tak terbilang
cinta kasih mereka padaku. Tak sanggup kubalas pengorbanan mereka.
Aku terpuruk dalam ketidakpastian. Walau begitu, aku berusaha bersyukur setiap hari. Berusaha melawan ketakutan dan kebimbanganku akan masa depan. Aku tidak bisa membanggakan kemampuan dan prestasiku. Aku tidak bisa membanggakan apa yang sudah kumiliki. Itu semua bukan milikku.
Terkadang aku lelah melewati hari. Terkadang munafik, egois dan rohani. Aku ingin menjadi orang yang semakin berubah dan mengalami pembaharuan budi. Semakin aku berusaha berdiri di atas kebenaranku sendiri, itu berarti aku jatuh. Aku manusia yang sangat membutuhkan kasih karunia Allah.
Allah memang menerimaku apa adanya, tapi Ia tidak ingin aku menjadi orang yang apa adanya. Ia adalah Allah yang luar biasa dan Ia juga menginginkanku menjadi manusia yang luar biasa. Ia bukan berasal dari dunia, begitu pula setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak berasal dari dunia. Manusia ‘apa adanya’ akan menerima berkat ‘apa adanya’. Berkatnya melimpah pada mereka yang taat pada titah-Nya dan tertahan pada mereka yang berpikir ‘apa adanya’.
Aku berusaha mensyukuri apa yang Tuhan sudah berikan. Aku bangun pagi dengan harapan aku bisa mendapat hal yang baru hari itu. Aku banyak membaca buku, koran dan berbagai artikel dengan harapan aku bisa semakin kreatif dan mampu melakukan hal-hal yang biasa dengan cara yang luar biasa. Aku bersyukur atas kepercayaan Tuhan memberikan pekerjaan yang sedang aku jalani saat ini.
Rutinitas bisa membunuhku, masalah pekerjaan bisa merusak mood-ku. Bayangan
masa depan yang kabur bisa membuatku patah semangat. Aku memang melalui semuanya
itu. Tapi satu hal yang selalu aku syukuri, Tuhan sudah menunjukkan banyak
keajaiban dalam hidupku. Itulah yang membuatku bertahan. Itulah yang memampukanku
melalui hari-hari yang terkadang melelahkan. Hari dimana waktu bergerak begitu
lambat, seakan tiada kemajuan berarti yang aku temukan. Tapi begitu aku mengarahkan
pandangan kepada-Nya, setiap hari adalah hari yang mempengaruhi masa depanku.
Ajarku kami Tuhan menghitung hari-hari, agar kami beroleh hati bijaksana.
Ajar kami Bapa, hidup dalam jalan-Mu, agar semua rencana-Mu digenapi. Mulialah
nama-Mu Tuhan, agunglah karya-Mu. Yesus kami bersyukur pada-Mu. Besar setia-Mu
Tuhan dan ajaib jalan-Mu, pimpin kami di setiap waktu.
Popularity: 1% [?]
Tulisan Terkait
- Tidak ada tulisan terkait.