Jangan dikira cinta datang dari keakraban yang lama dan karena
pendekatan yang tekun. Cinta adalah kecocokan jiwa dan jika
itu tidak pernah ada, cinta tak akan pernah tercipta dalam hitungan tahun
bahkan abad. – Kahlil Gibran
Semakin aku berlagak tahu apa itu cinta, maka aku semakin tahu bahwa sebenarnya aku tidak tahu apa-apa. Apa yang dulu kuanggap cinta, ternyata bukanlah cinta. Waktu akan menguji dan mengasah kekuatan cinta. Waktu… itulah yang aku takutkan. Cinta bisa memakai wujud berupa perpisahan. Cinta bisa memakai wujud berupa air mata. Dan semua wujud itu dikuasai dan terpenjara dalam waktu.
Cinta itu ibarat bintang. Hidup tanpa cinta bagaikan malam tak berbintang.
Gelap gulita. Jalan ke sana salah, ke sini keliru. Cinta itu ibarat garam. Sayur tanpa garam rasanya
akan hambar. Hidup tanpa cinta, akan membuat manusia menjadi gila. Gila harta, gila popularitas, gila
kehormatan, gila oleh gemerlap dunia yang menampilkan bayangan ’semu’ fatamorgana cinta.
Berbicara tentang cinta memang membuai setiap generasi. Tulisan-tulisan tentang cinta tidak akan pernah tutup usia selama bumi ini masih ada. Tetapi tetap saja, cinta tidak bisa diselami hanya dengan kata-kata, karena cinta itu rentan terhadap erosi waktu. Tetapi ketika cinta disandarkan pada yang memerintah dan mengendalikan gerakan waktu itu, maka cinta itu akan kokoh, cinta yang sejati.
Cinta sejati harus berawal dari kepenuhan akan Cinta Sejati Sang Pencipta Waktu. Karena tanpa itu, cinta akan terkungkung oleh batas ideologi, agama, ras, dan geografis. Cinta sejati tidak mengenal jarak ruang dan waktu.
Cinta tidak perlu kata-kata. Memandang cakrawala biru dalam sunyi,
dua hati berbicara dalam kata yang tak terucapkan. Genggaman tangan dalam
kebisuan menumbuhkan berjuta harapan. Uluran kasih yang tulus menggetarkan kehidupan.
Cinta bukanlah sekedar janji. Cinta adalah memberikan yang terbaik demi yang dicintai.
Memberi bukan karena menerima, tetapi memberi karena mencintai.
Cinta adalah kecocokan jiwa. Setidaknya itulah yang aku
yakini saat ini. Cinta yang hanya mengandalkan eloknya fisik akan gagal diterjang
waktu. Cinta yang bersandar pada ego dan hasrat sendiri akan berakhir tanpa
ampun. Cinta datang bukan dari keakraban yang lama atau pendekatan yang tekun
melainkan cinta adalah kecocokan jiwa, yang harus diuji dan berjalan selaras dengan
kehendak Sang Pencipta Waktu.
* Ditulis secara bebas setelah terinspirasi oleh ‘33 kata’ perkataan Kahlil Gibran – yang
mewakili pergumulanku selama beberapa minggu di bulan Agustus 2003.
Popularity: 1% [?]
Tulisan Terkait
- Tidak ada tulisan terkait.