Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi
kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba
dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita. Ibrani 12:1
Tantangan seorang muda seperti kita adalah bagaimana menghadapi dan menangani godaan
seksual yang semakin gencar menyerang dalam kehidupan pribadi kita. Berbagai media
seperti televisi, koran, majalah, internet, VCD, menyuguhkan hal-hal yang mengumbar nafsu
dan keinginan daging kita. Bahkan dalam pergaulan sehari-hari entah itu di sekolah, kampus, kantor,
bahkan gereja terkadang terselip lelucon-lelucon berbau seks yang terkadang vulgar dan jorok.
Belakangan ini, semakin terbuka akses terhadap informasi-informasi kehidupan malam seperti Jakarta Underground,
dsb-nya yang semakin menunjukkan bahwa kota kita sendiri diwarnai oleh seks dan segala bentuk
penyimpangannya.
Saya sendiri sebagai seorang muda mengalami tantangan dan godaan yang tidak kalah hebatnya
dengan kalian sehingga saya berpikir bisakah saya memiliki hati dan pikiran yang jernih
dan bersih di tengah-tengah dunia yang semakin jahat ini?
Jawabnya, bisa! Bagaimanakah seorang muda menjaga agar kelakuannya bersih? Dengan Firman Allah.
Bagaimanakah seorang muda bisa dimerdekakan? “Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar
adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu (Yoh 8:31-32).
Jadi kalau kita ingin dimerdekakan dari dosa-dosa seksual, ada tiga tahap yang akan kita lalui,
pertama, belajar merenungkan Firman Tuhan dan melakukannya setiap hari, kedua, Tuhan akan
menyingkapkan kebenaran-kebenaran spesifik yang memang kita butuhkan dalam kehidupan pribadi, dan ketiga,
kebenaran-kebenaran yang tinggal dalam hati dan pikiran kita akan memerdekakan kita dari segala dosa.
Lalu langkah awal apa yang harus dilakukan agar kita bisa dimerdekakan? Menurut Ibrani 12:1, marilah
kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita. Bila kita terikat dengan pornografi,
kita bisa memulainya dengan membuang jauh-jauh semua barang-barang yang berkaitan dengan pornografi entah
itu majalah, stensilan, VCD, buku, TTS, koran, dan gambar-gambar. Bila kita mempunyai akses internet, kunjungi
situs-situs yang baik dan positif. Menjauhlah dari pergaulan yang buruk, sebab pergaulan yang buruk merusakkan
kebiasaan yang baik. Diperlukan langkah ekstrim agar keluar dari jerat ini.
Mungkin ada yang bertanya,
bagaimana kalau saya jatuh lagi? Pertanyaan ini adalah sebuah pertanyaan klasik yang manusiawi. Tetapi tidakkah kamu
tahu bahwa orang yang berhasil adalah orang yang bangkit dan belajar lagi meskipun ia sudah jatuh
ribuan kali? Orang yang gagal adalah orang tidak mau bangkit setelah ia jatuh.
Hidup kita di dalam Tuhan tidaklah instan. Kita masih harus belajar dan dibentuk oleh Tuhan dan terkadang
itu sakit bagi hati dan tubuh kita. Alkitab berkata bahwa Tuhan suka kepada orang yang rendah hati dan
menerima orang yang sungguh-sungguh bertobat dan kembali kepada-Nya.
Bila engkau ingin dimerdekakan dan dibebaskan sehingga kamu bisa berlari dengan tekun dalam perlombaan
yang diwajibkan bagi kamu, tanggalkan semua beban dan dosa itu. Bila engkau ingin menjadi sahabat Allah yang
tiada takut menghampiri Dia yang maha kudus, tanggalkan semua beban dan dosa itu. Jikalau engkau ingin berkata
tiap hari, “Tuhan, terima kasih untuk pagi yang indah ini. Aku bersyukur punya Allah seperti Engkau. Singkapkan
mataku, sehingga aku bisa melihat keajaiban-keajaiban akan Firman-Mu”, tanggalkan semua beban dan dosa itu.
Jikalau engkau ingin berhasil dan maksimal dalam studi, pekerjaan dan pelayananmu, tanggalkan semua beban dan dosa itu.
Bangkitlah dan mulai belajar dengan rendah hati dan katakan, “Tuhan, aku tidak mampu mengatasi kelemahanku ini,
tetapi aku tahu Tuhan yang ada di dalamku mampu mengatasinya. Ambil kendali semua keberadaan dan hidupku. Bentuklah
hatiku agar aku bisa hidup berkenan di hadapan-Mu. Aku butuh Tuhan …”
Jangan keraskan hatimu dan dengarlah teguran dan didikan Tuhan. Sebab orang yang mengeraskan hati dan bersahabat
dengan dunia menjadikan dirinya musuh Allah. Allah membenci dosa begitupun kita juga harus membenci dosa. Berdoalah
setiap hari agar pikiran dan hati kita sama dengan pikiran dan hati-Nya, membenci apa yang Ia benci dan menyukai apa yang Ia suka.
Meskipun perjalanan kita masih panjang, perlombaan masih terus berlangsung, air mata dan keringat masih mengucur, ketahuilah
orang-orang yang takut akan Tuhan dan bertekun di dalam Dia akan bersorak-sorai dalam kemenangan, mensyukuri hidup yang Tuhan
berikan dan memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi yang Tuhan sediakan bagi kita.
Popularity: 2% [?]
Tulisan Terkait
- Tidak ada tulisan terkait.