Berbicara tentang iman bisa dua macam, iman yang benar atau iman yang salah.
Berbicara tentang pengharapan bisa dua macam, pengharapan yang benar atau
pengharapan yang salah. Berbicara tentang kasih bisa dua macam, kasih yang
benar atau kasih yang salah. Terlepas dari benar atau salah, saat ini kita
sedang membicarakan iman, pengharapan dan kasih yang benar kepada Tuhan yang
benar. Okeh? 
Pengharapan itu tidak jauh dari iman. Iman itu tidak jauh dari kasih. Kasih
itu tidak jauh dari pengharapan. Dimana ada kasih ada pula iman dan
pengharapan. Tiga saudara yang tak terpisahkan.
Saya menolak mengatakan mana yang lebih utama atau pertama dari ketiga hal
ini. Sebab Alkitab sendiri mencatat, dari ketiga hal ini, kasih adalah yang
terbesar namun bukan yang terutama atau pertama. Ini berarti seorang Kristen
sejati adalah orang yang hidup dalam iman, pengharapan dan kasih dan tidak
ada satupun dari ketiga hal ini yang bisa ditiadakan.
Omong kosong bila ada orang yang beriman tapi tidak mengasihi. Omong kosong
bila ada orang yang mengasihi tetapi tidak berpengharapan. Omong kosong pula
bila ada orang yang berpengharapan tetapi tidak memiliki iman.
Saya berani berkata seperti ini karena saya mengamati pola hidup Yesus dan
para rasul. Mereka semua hidup dalam iman, pengharapan dan kasih. Mari kita
ambil waktu sejenak, berpikir sederhana, dan tinggal diam dalam hadirat-Nya
sambil merenungkan suatu kebenaran bahwa kita yang bersekolah, bekerja, berkeluarga,
melayani, dan berkarya bernafas dengan oksigen “iman, pengharapan dan kasih.”
Oleh karena itu, bila kita ingin mengevaluasi hidup kita di dalam Tuhan,
cukup tanyakan satu pertanyaan ini, “Apakah aku sudah hidup dalam
iman, pengharapan dan kasih?" Saya percaya, pertanyaan ini justru
bisa menjadi jawaban atas segala persoalan yang sedang kita hadapi saat ini.
Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan
yang paling besar di antaranya ialah kasih. (1 Korintus 13:13)
Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti
dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. (Ibrani 11:1)
Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa, yang
telah dilabuhkan, sampai ke belakang tabir, di mana Yesus sebagai Perintis
bagi kita. (Ibrani 6:19)
Kasih itu sabar, murah hati, tidak cemburu, tidak sombong, sopan
(tidak melakukan yang tidak sopan), tidak mencari keuntungan diri sendiri,
tidak pemarah, tidak menyimpan kesalahan orang lain, tidak bersukacita karena
ketidakadilan tetapi karena kebenaran, menutupi segala sesuatu, percaya
segala sesuatu, dan tidak berkesudahan. (1 Korintus 13:4-8)
Popularity: 1% [?]
Tulisan Terkait
- Tidak ada tulisan terkait.