1 Korintus 12:21-26
Minggu ini, 13-19 Juli 2003, kita ngapalin ayat dari 1 Korintus 12:21-26.
Ayat ini merupakan jawaban atas tulisan gua sebelumnya yang berjudul ‘Positif
dan Negatif’. Dalam pergaulan sehari-hari terutama dalam kegiatan pelayanan,
kita akan bertemu dengan orang-orang yang ingin dimaafkan, diterima
dan dihargai oleh kita walaupun orang itu sudah membuat kita kecewa, sakit
hati, marah, jengkel, dsb-nya. Tahu nggak apa yang gua pahami dari ayat ini? Justru orang-orang
yang ‘nyusahin’, ‘nyebelin’, dan ‘nyakitin’ yang perlu kita layani dan kita butuhkan. Setuju nggak sobat UF?
![]()
membutuhkan engkau.” Dan kepala tidak dapat berkata kepada kaki: “Aku tidak
membutuhkan engkau.”
22 Malahan justru anggota-anggota tubuh yang nampaknya paling lemah, yang paling dibutuhkan.
23 Dan kepada anggota-anggota tubuh yang menurut pemandangan kita kurang terhormat, kita berikan
penghormatan khusus. Dan terhadap anggota-anggota kita yang tidak elok, kita berikan
perhatian khusus.
24 Hal itu tidak dibutuhkan oleh anggota-anggota kita yang elok. Allah telah menyusun
tubuh kita begitu rupa, sehingga kepada anggota-anggota yang tidak mulia diberikan
penghormatan khusus,
25 supaya jangan terjadi perpecahan di dalam tubuh, tetapi supaya anggota-anggota
yang berbeda itu saling memperhatikan.
26 Karena itu jika satu anggota menderita, semua anggota turut menderita; jika satu
anggota dihormati, semua anggota turut bersukacita.
Jika Anda menyukai artikel ini, silakan beri komentar atau berlangganan rss-feed untuk mendapatkan artikel-artikel terbaru UF di aplikasi feed reader Anda.





gw setuju banget sama tulisan: “Justru orang-orang yang ‘nyusahin’, ‘nyebelin’, dan ‘nyakitin’ yang perlu kita layani dan kita butuhkan.”
Kemaren gw baru dimarahin abis2an sama bos gw yang orang singapur. Dalam sebulan ini udah yang kedua kalinya. Dan yang kemaren gw bener2 dibentak-bentak dan dikata-katain. malah dia sempat bilang “You are killing me olivia…, you are killing me…, you are killling me…”. Di pemahaman gw kata2 itu adalah kata2 yang menyakitkan dan kasar. Tapi gw berusaha berpikir positif dengan melihat apa yang saat ini sedang dialami oleh bos gw itu. Meskipun waktu kemaren dimarahin gw hampir meneteskan air mata ada perasaan sebel, dan jengkel tapi di hati gw yang dalam juga ada rasa kasihan buat dia. Malemnya setelah gw cek daily call n data analysis gw berdoa buat dia. Biar bagaimanapun dia orang yang pertama kali berjasa setelah gw lulus kuliah.
Semoga our Holy Father tolong bos gw dalam menghadapi masalahnya.