Truth is a glorious but hard mistress. She never consults, bargains or compromises. - A.W.Tozer
Bible Study

Kumpulan Bahan Belajar Alkitab dalam format file pdf.

Computer & Internet

Semua tips komputer dan internet yang wajib untuk diketahui

Download

Wallpaper, Clipart, semua yang gratis ada di sini.

Jokes

Tempat melepas penat dengan tertawa.

Renungan

Tempat merenungkan kebaikan dan kasih setia Tuhan.

Home » Daily Life

Gen-B GARINK!

Submitted by riel on 06/07/2003 – 7:13 PM | 312 views
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 4.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

Gen-BTahun 2001
yang lalu, gua ikut menyaksikan konser perdana Gen-B (Generasi Baru), sebuah
band Kristen yang mengusung aliran musik rock dan pop. Dalam konser perdana
mereka ini, gua menyatakan salut karena pendekatan mereka ke anak-anak muda
terutama yang ‘bermasalah’ mengenai sasaran. Dalam konser mereka ini, Roh
Kudus bekerja menginsafkan banyak anak muda dari dosa dan membuat mereka bertobat
dan menyerahkan hidupnya kepada Tuhan. Gua sendiri diberkati dengan semangat
dan kebangunan rohani yang terjadi saat itu.

Karena sesuatu hal, gua nggak ikut konser Gen-B yang kedua, tahun 2002. Baru tahun 2003
ini, hari Sabtu kemaren, 5 Juli 2003, gua memutuskan dateng ke konser mereka bareng temen-temen.
Untuk konser yang ketiga ini, gua kecewa berat yang membuat gua jadi sedih.

Yang pertama, gua mendapati banyak anak muda menjadi gregetan karena terlalu
lamanya waktu penganugerahan hadiah kepada peserta lomba yang diselenggarakan
Gen-B dan membingungkannya konsep acara karena terkesan didominasi oleh kepentingan sponsor. Yang kedua, konser kali ini jauh
dari kesatuan hati untuk bertobat dan merendahkan diri di hadapan Tuhan. Sepertinya
fokus pelayanan mereka mulai tidak terlihat jelas arahnya ke mana. Tidak ada
pembacaan Firman dan yang tak kalah pentingnya, pujian dan penyembahannya
garink! Kalau bisa gua bilang, acara konser kali ini hanya menyentuh tubuh,
membuat orang berjoget-joget tanpa motivasi hati yang benar dan tidak menembus
sampai kepada jiwa dan roh.

Hal ketiga yang sangat gua sayangkan adalah terjadinya ‘bencana’ ketika konser sedang berlangsung.
Sembari musik dimainkan, seseorang dari atas atap turun ke bawah menggunakan tali lalu
membagi-bagikan coklat, permen, dsb-nya. Gua juga ikutan rebutan sama yang lain. Di kala gua melompat
mencoba meraih bungkusan coklat yang dilemparkan, tahu-tahu ada sebuah tangan merogoh kantong
jeans gua yang sebelah kanan. Tangan itu sudah meraih HP gua, tapi nggak jadi karena gua segera
memundurkan badan lalu menoleh ke belakang. Gua lihat sekeliling lalu mata gua menangkap
seseorang yang ada di belakang gua yang tahu-tahu diam seperti patung sembari memasukkan
kedua tangannya ke dalam ke dua saku celana jeansnya, padahal di sekelilingnya sedang
ramai berebutan. Orang itu mengenakan kaus putih berkerah. Gua terus melihatnya sampai akhirnya dia berganti
posisi ke arah samping berusaha menjauh. Setelah itu gua nggak tahu lagi dia ada dimana.

Selang dua menit kemudian, gua melihat beberapa orang bergerombol mengerumuni
seorang cewek yang mengaku kehilangan HP. Gua menduga, pelaku pencurian ini nggak hanya
satu orang, tetapi merupakan satu kelompok yang terdiri dari 5-6 orang. Gua bener-bener marah
waktu itu. Sempet-sempetnya aja ada orang yang bikin kejahatan di tengah konser Kristen seperti ini.
Setelah kejadian ini, pihak keamanan memantau keadaan dan mencoba mencari si pelaku. Tapi, udah
terlambat man! Sebelum kejadian pada kemana aje?

Konser ini selain dinodai oleh aksi pencuri, juga dinodai oleh aksi segerombolan anak muda
‘kampungan’ yang nggak mengerti esensi dari memuji dan menari bagi Tuhan. Tampang-tampang ’sawah’
merusak pujian dengan saling mendorong dan membenturkan badan satu sama lain, padahal lagu
yang dinyanyikan adalah lagu gereja yang nggak cocok ditanggapi dengan model seperti itu.

Pendapat ini juga didukung oleh kedua orang adik gua, ketika gua tiba di rumah. Salah satu
alasan mengapa mereka tidak datang ke konser Gen-B kali ini, karena mereka kecewa dengan konser
Gen-B tahun 2002 yang lalu. “Pujian dan penyembahan-nya nggak ngangkat!” kata seorang
adek gua. Mereka juga berpendapat bahwa motivasi orang datang ke konser ini mulai menyimpang, bukan lagi
mencari Tuhan tetapi mencari ‘pergaulan’ semata.

Gua bener-bener kecewa sama acara Gen-B kali ini dan kayaknya gua nggak dateng lagi ke konser mereka tahun depan. Soalnya ‘pergaulan’ sudah lebih
diutamakan dari tujuan semula, yaitu ‘pertobatan’ dan ‘hidup yang diubahkan’.

Note: Pernyataan atau opini dalam tulisan ini hanya dalam konteks konser Gen-B, Sabtu, 5 Juli 2003,
dan tidak ditujukan pada suatu institusi atau lembaga tertentu secara khusus.

Popularity: 1% [?]

  • Share/Bookmark

Tulisan Terkait

2 Comments »

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.