Tadi siang gua mampir ke PRJ (Pekan Raya Jakarta) di Kemayoran dalam rangka
memperingati Hari Jadi Kota Jakarta yang ke-476. Gua pergi bareng beberapa temen
sepulang dari gereja. Setiap tanggal 22 Juni, Jakarta berpesta namun dalam
kondisi yang memprihatinkan. Tingkat kejahatan semakin meningkat, masalah sampah,
semrawutnya manajemen perkotaan, semakin besarnya gap antara si kaya dan si miskin – semua
masalah-masalah dari segi sosial, ekonomi, keamanan, dsb-nya.
Penentuan tanggal 22 Juni sebenarnya dipilih oleh Prof Sukanto atas permintaan
Walikota Sudiro pada tahun 1958. Prof Sukanto menganggap tanggal lahir Jakarta mesti berkaitan
dengan peristiwa jatuhnya pelabuhan Kalapa dalam kekuasaan pasukan gabungan Demak-Cirebon-Banten
yang dipimpin ahli perang asal Gujarat bernama Fatahillah. Misi Fatahillah dianggap
sangat penting karena membawa pesan suci keagamaan di samping semangat “nasionalisme”
yaitu anti-Portugis.
Maka, ditemukan hari bersejarah itu, yaitu 22 Juni 1527. Pada
tanggal itu pelabuhan Kalapa dapat ditaklukkan dan dirampas dari tentara “kafir”.
Kota ini semula bernama “Sunda Kalapa”, tetapi sejak tanggal itu diganti namanya menjadi
“Jayakarta”, yang menurut Hamka memiliki arti “fathan mubinan”, kemenangan yang sempurna.
Pekan Raya Jakarta kali ini tidak ada yang istimewa. Berbagai stand berlomba-lomba
menawarkan berbagai produk unggulannya seperti pakaian, kerajinan, alat-alat rumah tangga,
motor, mobil, dsb-nya. Tidak ketinggalan pula acara-acara band di malam hari seperti Dewa, The Fly,
Opie Andaresta, Anissa Bahar, dsb-nya. Sayang Inul nggak tampil di acara panggung hiburan di PRJ kali ini.
Kalau beruntung dan berminat, pengunjung bisa pulang dengan membawa hasil berupa barang belanjaan,
souvenir, gandengan baru, inspirasi baru, pengalaman baru, dsb-nya. Kalau gua sih, pulang
dengan kaki pegel-pegel, mata lelah karena terus-terusan ngelihat produk-produk standar
yang miskin inovasi. Untung aja tadi ada pameran bajaj versi baru yang dimodifikasi sama pameran ikan
Lou Han yang sekarang lagi menyihir banyak orang.
Waktu itu cepat berputar. Tahun depan gua nggak tahu PRJ itu akan seperti
apa. Tahun depan pula, gua nggak tahu apakah gua dan temen-temen gua akan
datang lagi ke acara ini. Phewf … gua bener-bener nggak tahu.

Popularity: 1% [?]
Tulisan Terkait
- Tidak ada tulisan terkait.