Home » Faith Aku Kaya karena Aku Miskin
Submitted by riel on 29/04/2003 12:11 AM | 405 views 
Loading ...
Ada orang yang merasa dirinya layak untuk dihormati, layak untuk dilayani,
layak untuk dihargai, dsb. Itu semua karena dia jauh lebih kaya, lebih ganteng/cantik,
terlahir dari keluarga ‘baik-baik’, posisinya yang tinggi, kemampuan yang
dia miliki, jerih payahnya, dsb. Semua sikap, perilaku, dan tindakan yang
ujungnya adalah memandang orang lain lebih rendah daripada dirinya sendiri.
Aku pikir semua orang akan kurang bersimpati dengan orang yang merasa dirinya
kaya. Kita semua suka dengan orang yang rendah hati. Apa sebenarnya kekayaan
itu? Ada yang berpikir bahwa memiliki uang ratusan ribu saja sudah kaya. Ada
yang merasa memiliki uang puluhan juta belum seberapa. Sembari menunggu bus
sepulang dari gereja, aku melihat 3 orang pengamen cilik membeli aqua
gelas dan sebungkus kacang. Dari ekpresinya terlihat betapa mereka senang
sekali bisa jajan dan makan kacang itu. Bagi mereka seribu rupiah itu sangat
berharga. Sementara itu, pengusaha yang menginap di Hotel Sahid Jaya memberikan
tip kepada juru parkir sebesar dua puluh ribu rupiah, yang baginya sama seperti
memberikan seribu rupiah. Inikah yang dinamakan orang kaya?
Orang yang kaya bukanlah orang yang hidup dalam kelimpahan materi. Pengertian
kekayaan tidak sedangkal itu. Orang kaya adalah orang yang mengerti dan mensyukuri
bahwa Tuhan sudah mencukupi dia sesuai dengan kekayaan dan kemurahan Tuhan.
Ini artinya, orang yang hanya memiliki uang seribu rupiah justru bisa lebih
kaya daripada orang yang memiliki uang seratus ribu rupiah. Mengapa? Karena
sikap hati yang benar di hadapan Allah. Bersyukur terhadap apa yang kita miliki
akan membuat kita menjadi orang yang kaya. Bersungut-sungut dan menyumpah
menunjukkan bahwa kita adalah orang yang miskin.
Aku punya seorang teman. Gaya hidupnya sederhana dan jauh dari kesan kaya.
Rumahnya kecil dan letaknya di tengah-tengah perkampungan. Tapi aku berani
berkata, bahwa temanku ini jauh lebih kaya daripada temanku yang punya rumah
besar dan mobil BMW itu. Temanku ini jauh lebih kaya daripada orang yang memiliki
perusahaan besar dan terkenal di mana-mana. Tahu mengapa? Karena dia tahu
bahwa dalam kekurangan dan kelemahannya dia menjadi kaya. Karena dia tahu,
kekayaan terbesar melebihi semua kekayaan di dunia ini sudah dia miliki, yaitu
kekayaan di dalam Tuhan kita Yesus Kristus. Kita kaya bukan karena kita kaya.
Kita kaya karena kita ‘miskin’ di hadapan Allah.
Popularity: 1% [?]
Tulisan Terkait
- Tidak ada tulisan terkait.