Tadi siang sekitar pukul 2, aku mampir ke Pasar Tebet Barat hendak mengambil
3 bingkai foto yang sudah jadi. Untung toko yang aku tuju di Basement sudah
buka padahal hari Sabtu kemaren terjadi kebakaran di lantai 1. Sambil menenteng
bingkai itu, aku mampir ke sebuah kedai khusus menyediakan jus segar. Wah,
jusnya enak banget dan murah lagi, cuma 3.500 perak. Sambil menikmati jus
sirsak yang aku pesan, aku mengamati keadaan sekitar pasar yang mulai ramai.
Tidak jauh dari tempatku duduk, sebuah bajaj berhenti sambil mengeluarkan
asapnya yang tebal. Ehm … Enak … Minum jus sambil nongkrong di pasar rakyat
kayak gini punya kenikmatan tersendiri. Lain kali kalo aku mau minum jus sepuas-puasnya,
aku mampir aja ke sini.
Sorenya, aku terduduk di sebuah kursi dengan ayam goreng khas McD. Yeak … Ayamnya guede
banget. Sambil mengunyah ayam itu, aku berpikir kalo ayam yang aku makan itu adalah ayam
jadi-jadian. Beda banget sama ayam yang ada di A&W. Pokoknya aku sudah mulai males makan
ayam di McD. Bosen …
Hari ini aku istirahat sambil menonton siaran langsung dari Vatikan. Salut
buat saudara-saudara dari Katolik yang merayakan kebangkitan Kristus dengan
khusuk. Aku suka sekali dengan prosesi-nya. Beda sekali dengan cara ibadah
gaya kharismatik. Ibadah Paskah di gereja kharismatik yang aku ikuti hari
Jumat lalu terkesan seperti ibadah di hari minggu lainnya. Tidak ada jalan
salib. Tidak ada prosesi, simbol dan doa-doa panjang memperingati Tuhan Yesus
Kristus. Yang ada hanyalah lagu-lagu pujian dan penyembahan yang dibuat lebih
panjang. Perjamuan Kudus-pun sama seperti perjamuan kudus di hari biasa. Jemaat
tidak disuapi oleh imam, jemaat tidak dilatih untuk berinisiatif maju ke depan
untuk mengikuti perjamuan kudus. Jemaat hanya duduk di tempatnya masing-masing
dan mengambil roti dan anggur yang diedarkan. Bahkan khotbah pendetanya pun
garing … Makanya hari Minggu ini, aku memilih untuk tidak ke gereja. Lebih
baik beristirahat dan berdoa di kamarku saja. Sebenarnya dua hari terakhir
ini aku lebih banyak diam karena memikirkan sebuah masalah yang sedang dihadapi
oleh temanku. Dia terjebak dalam suatu masalah yang berat belasan tahun yang
lalu yang hingga kini belum terselesaikan. Masalah temanku ini membuatku enggan
untuk melakukan banyak hal.
Terlepas dari semuanya itu. Sudah sepatutnya kita bersukacita dan bersyukur
atas kebangkitan Kristus dari antara orang mati. Ketika Kristus menampakkan
diri kepada murid-murid-Nya, Ia berkata, “Damai sejahtera bagi kamu.”
Perkataan ini berulang-ulang Dia ucapkan sebagai sapaan ketika Ia
menampakkan diri. Aku membayangkan semua orang yang mendengar perkataan Kristus
ini akan terenyuh dan menjadi tenang hatinya. Mereka yang ketakutan, bimbang,
gelisah, khawatir dan sedih akan terhibur karenanya. Itu hanya karena sebuah
kalimat, “Damai sejahtera bagi kamu.” Aku berharap sapaan Kristus ini sampai
juga kepada kita semua. Kepada tetanggaku yang muslim yang aku sayangi, kepada
anak kecil yang tertidur di depan Mal Citraland, kepada pengamen di bus 213
yang sering aku tumpangi, kepada orang buta dan lumpuh yang mengamen di kereta
api Jakarta-Bogor, kepada mereka yang tinggal di pinggiran sungai Ciliwung,
kepada tukang-tukang ojek yang mangkal di depan gang rumahku, kepada teman
dan sahabatku yang sedang dalam pergumulan, kepada semua saudara-saudaraku
yang tersisihkan, last but not least, kepada semua keluargaku. DAMAI SEJAHTERA
BAGI KAMU!
Popularity: 1% [?]
Tulisan Terkait
- Tidak ada tulisan terkait.