Sayyid Quthb
Dua hari yang lalu, aku membaca sebuah tulisan karangan Christianto Wibisono
berjudul ‘Siapa Pemenang Perang Dunia IV’ yang dimuat dalam Surat
Kabar Sore Suara Pembaruan. Dari tulisannya itu aku tertarik untuk mengetahui
lebih jauh pemikiran Sayyid Quthb, yang katanya merupakan salah satu
tokoh penting yang memiliki pengaruh dalam dunia Islam, dimana ideologinya
berbasiskan kultus agama dan individu. Permikirannya itu memunculkan variasi
seperti saddamisme, mullahisme, talibanisme serta Kim Jong-il yang tega membunuhi
rakyatnya sendiri atas dasar agama dan ideologi (kutipan).
Kemarin, aku menyempatkan diri mampir ke toko buku Gunung Agung, dan membeli
sebuah buku kecil 205 halaman yang berjudul ‘Butir-butir Pemikiran Sayyid
Quthb’. Kebetulan sekali, buku ini baru keluar bulan Maret 2003 dan ditaruh
di bagian Buku Baru. Pertama kali lihat buku itu, aku agak bingung, karena
buku itu dipenuhi dengan berbagai istilah agama Islam dan kutipan-kutipan
ayat Al’quran. Tetapi aku akan coba membaca dan memahami buku itu.
Jika Anda menyukai artikel ini, silakan beri komentar atau berlangganan rss-feed untuk mendapatkan artikel-artikel terbaru UF di aplikasi feed reader Anda.
Comments
aku memang kagak tau itu buku.hanya saja jika dia tokoh islam yang kerap kali menyuarakan jihat kayak yang di ambon dan poso dimana mereka tokoh islam dengan mudahnya mengatakan kristen haram dan menghalalkan darah kristen untuk ditumpas.sungguh betapa jahat dan bodoh pemikiran tokoh” ulama islam disana.katanya jihat untuk membela tuhan mereka padahal mereka kan tahu tuhan kan berkuasa ngapain membantuNYA.bukankah mengampuni dan mengasihi sesama adalah perintah TUHAN





Bagaimana hasil membaca buku ‘Butir-butir Pemikiran Sayyid Quthb’? Saya termasuk yang begitu kagum terhadap saya beliau. Pemikirannya memang membuka cakrawala berpikir kita. Bagaimana beliau mengartikan arti “kemerdekaan”, begitu membuat saya yakin akan hidup ini yang penuh makna.
Memang banyak yang salah sangka terhadap beliau. Ketahuilah bahwa beliau mati sebagai syahid (martir) di tangan tirani Jamal Abdul Nashr. Bagaimana mungkin pemikiran beliau yang mengilhami saddamisme (sang tiran), dll yang serem-serem itu? Sungguh sangat jauh.
Mudah-mudahan kita bisa mengambil pelajaran dari pemikiran beliau.