Minggu ini aku agak sibuk. Membenahi jaringan komputer di tempatku, mengurusi
komputer baru yang akan aku gunakan sekaligus membenahi administrasi keuangan.
Hari Kamis yang lalu, aku membeli komputer baru Pentium 2,4 GHz dengan spesifikasi
yang cukup bagus. Kebetulan monitor baru yang aku gunakan sudah flat, membuat
tampang cantik Kyoko Fukada yang jadi wallpaper di desktop tambah bagus. 
Beberapa minggu terakhir ini ada beberapa perubahan signifikan yang membuatku menjadi
sedikit khawatir. Walaupun begitu ada satu pelajaran berharga yang aku dapat dua hari yang lalu. Aku sebenarnya ingin menjelaskannya panjang lebar, tetapi belum ketemu mau mulai dari mana.
Sedikit gambaran aja deh. Semakin kita dewasa, kita semakin mampu mengenali kebaikan dan keburukan dari orang-orang dewasa di sekeliling kita. Entah itu orang tua, kakak, tetangga, dsb. Lucunya lagi, kita mulai menyadari dan mendapati bahwa ada beberapa sifat/kebiasaan baik dan sifat/kebiasaan buruk yang mirip dengan mereka, misalkan ayah atau ibu.
Untuk sifat/kebiasaan buruk, respon kita yang pertama adalah dengan membulatkan tekad untuk tidak menjadi sama dengan orang tua kita. “Aku tidak akan pernah menjadi seperti ayahku.” “Aku tidak ingin seperti ibuku.” Tekad ini bisa muncul oleh karena kekecewaan, kepahitan, ingin menjadi orang yang lebih baik, marah, dsb. Hanya saja, menurut para psikolog (survey), semakin kita bertekad untuk tidak menjadi sama dengan orang yang tidak kita sukai/benci, justru kita semakin mirip dengan mereka. Nggak heran, bila ada orang tua yang suka memukuli anaknya, ternyata punya masa lalu yang juga suka dipukuli oleh orang tuanya.
Aku sendiri berdoa agar Tuhan bisa mengajar dan mengubah sifat/kebiasaanku
yang buruk. Sifat keras kepala, mau menang sendiri, terlalu cuek, dsb. Kalau
dipikir-pikir, semua orang punya sisi yang baik dan sisi yang buruk. Hanya
saja, bagaimana caranya supaya apa yang baik itu bisa berkuasa dalam kehidupan
kita. Rasul Paulus sebenarnya menyadari akan hal ini. Tetapi dia tetap optimis
dan penuh iman, bahwa dengan pertolongan Tuhan, kita bisa menjadi orang yang
lebih baik, memikirkan perkara-perkara yang di atas, dan hidup berkenan di
hadapan Tuhan.
Intinya sih, cuma Tuhan yang bisa mengubah orang dan terkadang caranya itu
nggak enak dan sakit. Whoah, aku udah ngantuk nih, saatnya bobo. 
Popularity: 1% [?]
Tulisan Terkait
- Tidak ada tulisan terkait.