Our concern is not to explain but to proclaim. - A.W.Tozer
Bible Study

Kumpulan Bahan Belajar Alkitab dalam format file pdf.

Computer & Internet

Semua tips komputer dan internet yang wajib untuk diketahui

Download

Wallpaper, Clipart, semua yang gratis ada di sini.

Jokes

Tempat melepas penat dengan tertawa.

Renungan

Tempat merenungkan kebaikan dan kasih setia Tuhan.

Home » Faith

Terobosan bersama Mazmur

Submitted by admin on 23/03/2003 – 1:37 PM | 647 views
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Hallo ketemu lagi

Pa kabar ? ketemu lagi di UF. Kita masih ngomongin soal Mazmur neh…

Buat kamu yang pengen ngalamin terobosan, kamu bisa belajar dari para penulis Mazmur. Para pemazmur itu adalah orang-orang yang ngga mau kalah ma dosa atau sama masalah, karena mereka sadar kalau bagiannya adalah jadi lebih dari pemenang. Apa buktinya kalo para pemazmur hidup sebagai pemenang ? Kata-kata mereka menunjukkannya. Waktu mereka dalam kesulitan, ngga cuma masalah aja yang mereka omongin, tapi mereka juga memproklamasikan kemenangan dan jalan keluar dengan penuh iman.

Menyerukan proklamasi kemenangan itu bener-bener ngga gampang (bukannya ngga mungkin, cuma ngga gampang). Bicara positif waktu keadaan baik itu ngga susah, tapi waktu kamu ditengah masalah, lalu kamu bisa memperkatakan sesuatu yang positif itu baru dahsyat. Karena tekanan akan memunculkan apa yang sebenarnya ada dalam hati kita. Waktu kita menerima tekanan, isi hati kita meluap keluar. Alkitab berkata karena yang diucapkan mulut meluap dari hati. Orang yang baik mengeluarkan hal-hal yang baik dari perbendaharaannya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan hal-hal yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. (Matius 12:34-35 ) Jadi kalo kamu masih sulit ngomong yang positif atau ngomong dengan iman waktu keadaan sulit, minta sama Tuhan supaya kamu diberi hati yang baru, pasti Tuhan kasih deh.

Nah dari Mazmur kita bisa belajar gimana mesti menjaga lidah dalam keadaan sulit. Kitab ini penuh dengan deklarasi – deklasi iman yang luar biasa. Salah satu contoh yang dahsyat ada di Mz 52: 10. Ini adalah proklamasi iman Daud ketika dia sedang stress berat. Stressnya bener-bener parah kaya orang abis ketabrak truk, trus waktu mo dibawa ke RS pake ambulan, usungannya jatuh karena perawat yang ngangkat kepeleset, ngga cuma itu, orang itu trus ketiban sekarung pasir karena dideketnya lagi ada pembangunan apartemen baru. Becanda… becanda … tapi percaya deh depresinya Daud tu parah banget karena orang yang pernah nolong dia, dibunuh karena perbuatan baiknya itu. Yang dibunuh ngga cuma dia tapi juga orang sekotanya termasuk semua hewan di kota itu, pokoknya semua yang hidup mati. Pengen tau ceritanya ? Coba baca di 1 Samuel 22:6-23

Mazmur 52 adalah ratapan Daud ketika dia mendengar pembantaian di Nob. 85 orang imam dibunuh dalam waktu sehari beserta seluruh penduduk Nob, laki-laki, perempuan, anak-anak bahkan bayi yang masih menyusu, beserta seluruh binatang di kota itu, dari lembu, sapi, sampe domba; semua dibantai atas perintah Saul. Mereka dibunuh karena Saul menganggap imam Abimelekh berlaku subversif ketika menolong Daud (1 Samuel 22:13) Dari killing field di Nob, hanya satu orang yang hidup, yaitu Abyatar, anak Abimelekh.

Setelah meratap, Daud mengakhiri jeritan hatinya dengan proklamasi iman dan kemenangan. Ia ngomong :
“Tetapi aku ini seperti pohon zaitun yang menghijau di dalam rumah Allah;
aku percaya akan kasih setia Allah untuk seterusnya dan selamanya.
Aku hendak bersyukur kepada-Mu selama-lamanya, sebab Engkaulah yang bertindak;karena nama-Mu baik, aku hendak memasyhurkannya di depan orang-orang yang Kaukasihi!”

Saya sempet heran kenapa Daud bilang bahwa ia seperti pohon zaitun. Kenapa pohon zaitun ? Apa istimewanya pohon zaitun ? Dalam Alkitab dikatakan bahwa minyak zaitun murni, yang berasal dari buah zaitun, itu banyak gunanya. Dia dipakai sebagai bahan untuk membuat minyak urapan (Kel 30: 24), untuk minyak lampu di Kemah Suci (Im 24:2), sama untuk pembalut luka (Luk 10:34). Tapi berhubung Daud ngga ngomongin minyak zaitunnya tapi pohonnya, akhirnya saya jadi browsing cari tau tentang pohon zaitun, soalnya Alkitab ngga cerita banyak tentang karakteristik pohon zaitun. Lumayanlah sambil belajar ngelakuin spiritual switch. (spiritual switch itu artinya belajar kebenaran-kebenaran rohani dari alam, kamu bisa baca lebih jauh tentang spiritual switch di artikelnya Russell Kelfer “Inginkah engkau menjadi seperti pohon ?”)

Ternyata pohon zaitun atau Olea europaea adalah pohon yang tahan banting. Dia bisa hidup di daerah dimana tumbuhan biasa ngga bisa hidup. Pohon zaitun bisa hidup di tanah yang kadar asamnya tinggi, tanah yang kondisinya buruk, yang kering en jarang mendapat hujan. Pohon zaitun justru akan memperbaiki kadar tanah dimana dia tumbuh sehingga tanaman lain jadi bisa hidup di sana. Zaitun juga bukan pohon yang manja alias ngga butuh perawatan khusus. Pohon ini bisa bertahan hanya dengan perawatan minimal sampai bertahun-tahun. Trus pohon ini hijau sepanjang tahun, jadi selalu enak diliat sepanjang waktu.

Jadi ngerti dong kenapa Daud bilang dia seperti pohon zaitun ? Ditengah tanah yang kadar asamnya tinggi en kering, pokoknya hidupnya kaya orang yang selalu dihimpit kesulitan, kayaknya ketiban pulung melulu, tapi dia yakin dia bisa tetap tumbuh, hidup bahkan berbuah. Ngga cuma itu, dia mengubah lingkungannya jadi lingkungan yang baik, ngga beracun lagi en bisa didiami orang lain. Dia ngga kena pengaruh buruk lingkungan malah mengubah lingkungan jadi baik. Dahsyat banget kan ?

Daud bener-bener mengubah lingkungannya lho. Kalo kamu baca di 1 Samuel 22:1-2 kamu bakalan tau bahwa waktu dikejar-kejar Saul, Daud jadi tempat pelarian buat 400 orang lebih pecundang. Orang-orang yang lagi kesusahan pada dateng ke Daud en tinggal sama-sama dia. Menurut logika manusia, ngapain juga nolong orang lain kalo kita sendiri lagi susah, mending kalo yang ditolongin satu orang aja, tapi yang jelas bukan 400 orang lebih sekaligus. Tapi Daud ngga berpikir kaya gitu. Dia mau nolong mereka en jadi pemimpin mereka. En kamu tau ke-400 orang yang tadinya pecundang itu akhirnya jadi apa ? Mereka jadi tentara Daud yang perkasa, yang jago perang, baca deh di 2 Samuel 23:8-39. Alkitab berkata yang mengiringi Daud adalah para pahlawan. Bukan pecundang tapi pahlawan! Pohon zaitun mengubah tanah yang asam jadi tanah yang subur, tanaman lain jadi bisa hidup.

Btw kalo dipikir-pikir, waktu Daud ngomong bahwa “dia itu seperti pohon zaitun” Daud belum ngeliat perubahan dalam diri pengikutnya, bahkan konteks waktu dia ngomong itu, dia justru lagi depresi berat karena menyebabkan orang satu kota mati, kok bisa-bisanya ya dia se-PD itu ? Apa rahasia kesaktiannya itu ? Ternyata jurus rahasianya Daud adalah “aku percaya akan kasih setia Allah untuk seterusnya dan selamanya.” Karena percaya, dia berkata-kata. Daud percaya dalam situasi apapun, dalam susah en senang, Allah itu setia untuk seterusnya dan selamanya. Bahkan sebelum Paulus ngomong, Daud sudah mengetahui kebenaran ini : Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya. (1 Kor 10:13b) Daud percaya banget kalo Allah bakal ngasih dia jalan keluar, jadi sebelum dia ngeliat en ngalamin jalan keluar itu sendiri, dia udah bicara tentang kelepasan, bahwa Allah sendiri yang bakal bertindak. Dia percaya dan dia berkata-kata. Jadi kalau Saudara sungguh-sungguh percaya, katakanlah imanmu itu. (2 Korintus 4:13). Ternyata bener lho, Allah melepaskan dia dari tangan semua musuhnya dan dari tangan Saul. Saul akhirnya mati en Daud jadi raja Israel.

Itu contoh proklamasinya Daud. Gimana dengan kita ? Pasti kita-kita mau juga dong dong ngalamin terobosan. Kalo gitu proklamasikan aja kemenangan dan jalan keluar dengan iman. Jangan cuma ngomongin masalah, tapi bicara tentang janji-janji Allah yang relevan sama masalah kamu. Katakan itu dengan iman terus menerus sampe kamu ngalamin terobosan kamu sendiri. Waktu kamu mengatakannya, percaya bahwa kamu sudah menerima terobosan itu, maka kamu akan menerimanya. (Markus 11:24). Jangan lupa untuk memintanya dalam nama Yesus (Yohanes 14:13) en jangan minta apa yang ngga dikehendaki Tuhan, soalnya percuma deh, Tuhan ngga bakal kasih. (Yakobus 4:3) Percaya kalo Tuhan mampu melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan. (Efesus 3:20)

Sebagai penutup, saya mo bagi cerita. Saya pernah waktu e-ek (sori nih bahasanya) keluarnya susah banget. Ada kali sejam, tu pisang ngga mau keluar semua, padahal setengahnya dah nonggol, tapi tetap ngga mau lepas. Sakit banget, sampe keringat yang keluar gedenya sebesar biji jagung. Karena ngga tahan saya minta adek saya untuk ngambilin minyak urapan. Berhubung ngga bisa diolesin ke anusnya karena ada pisangnya, jadi saya minum deh tu minyak urapan (saya ngga memotivasi kamu untuk ngelakuin hal yang sama, tapi waktu itu buat saya, kayaknya cuma itu satu-satunya cara yang kepikiran.) Ngga lama setelah itu, tu pisang keluar juga. Lega banget deh.

Cuma sejak saat itu saya kalo e-ek pasti keluar darah. Ngga sakit tapi keluar darah, en darahnya lumayan banyak. Saya ngga cerita siapa-siapa, apa lagi ke ortu, soalnya pasti bakal dimarahin en trus bakal disuruh operasi. Saya takut banget kalo mikirin pisau operasi dan lagi situasi keuangan keluarga juga ngga mendukung buat ngelakuin operasi.

Eh abis itu ada hamba Tuhan yang bukain Firman soal kesembuhan. Dia bilang segala penyakit kita sudah ditanggung di atas kayu salib en oleh bilur-bilur Tuhan Yesus, kita sudah sembuh. (1 Petrus 2:24) Saya sebenernya dah pernah dapet Firman itu tapi baru jadi rhema waktu itu. Saya pegang deh tuh Firman, en tiap kali e-ek saya bilang, oleh bilur-bilurMu Tuhan, aku sembuh. Tapi tetap aja masih berdarah. Saya justru makin sering ngomongin kesembuhan saya selama 6 bulan.

Suatu hari saya perhatiin kalo e-ek saya ngga berdarah lagi. Saya bener-bener sudah sembuh. Sejak saat itu kalo e-ek saya bilang makasih Tuhan, ternyata bisa e-ek dengan enak itu berkat gede. Lama setelah sembuh, kebaikan Tuhan itu saya simpan sendiri, saya ngga cerita sama siapa-siapa. Saya baru ngomong di depan sodara saya yang sakit karena kasian sama dia, saya bagiin Firman en cerita soal kesembuhan saya. Sejak cerita ke dia saya jadi berani bagiin kesaksian sama orang-orang sakit yang saya temui. Kamu tau apa yang terjadi setelah saya ngomong tentang kebaikan Tuhan ? Ngga lama setelah itu e-ek saya keluar darah lagi. Wah, saya sempet kaget, kok bisa keluar lagi, padahal dulu dah sembuh. Saya sempet mikir macem-macem, tapi Tuhan pegang mulut saya untuk ngomong, “Oleh bilur-bilurMu aku sudah sembuh, sudah sembuh. Aku tidak tergerak dengan apa yang aku lihat, tapi aku percaya pada Firman Allah. Darahnya cuma keluar 3 hari. En sampe sekarang udah ngga keluar lagi. Saya percaya saya sudah bener-bener sembuh.

Kesimpulannya iblis pasti akan berusaha mencuri terobosan yang kamu terima dari Tuhan, tapi jangan mau kalah sama dia, perkatakan Firman dan percaya bahwa terobosan yang kamu terima dari Allah, ngga bakal ditarik lagi sama Allah. Itu sudah jadi milik kamu.

Ayo kamu bisa :P

Bagian kamu adalah jadi lebih dari pemenang!

Popularity: 1% [?]

  • Share/Bookmark

Tulisan Terkait

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.