Our whole modern world is geared to destroy individual independence and bring all of us into conformity to all the rest of us. - A.W.Tozer
Bible Study

Kumpulan Bahan Belajar Alkitab dalam format file pdf.

Computer & Internet

Semua tips komputer dan internet yang wajib untuk diketahui

Download

Wallpaper, Clipart, semua yang gratis ada di sini.

Jokes

Tempat melepas penat dengan tertawa.

Renungan

Tempat merenungkan kebaikan dan kasih setia Tuhan.

Home » Faith

Alkitab

Submitted by riel on 07/03/2003 – 6:09 PM | 404 views
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 5.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

Dua hari belakangan ini, saya kembali pake buku renungan karangan Phillip
Yancey yang judulnya Discovering God untuk renungan harian.

src="http://www.unitedfool.com/images/smileys/orangeshy.gif" width="15" height="15"/>
Cara dia menulis membuat saya bisa mengerti bahwa Alkitab bukanlah hanya sekumpulan
sejarah, referensi pengalaman orang-orang yang berhasil atau gagal, atau potret
kasih setia Tuhan atas umat-Nya.

Alkitab adalah sumber otoritas final orang percaya dalam menjalani hidup ini.
Artinya, apapun pertanyaan atau pergumulan kita dalam hidup ini, tetap aja
kita harus merujuk solusinya ke dalam Alkitab. Tapi sayangnya, sering kali
kita berpikir, Alkitab sudah tidak lagi mampu untuk menjawab kompleksitas
hidup ini. Bahkan mungkin ada beberapa di antara kita yang berpikir bahwa
Alkitab hanya cocok untuk orang-orang yang masih berpikiran kolot, punya idealisme
tinggi, atau “Loe belum tahu sih soal pahitnya hidup!”

Banyak orang (terkadang saya sendiri) mencoba memasukkan isu-isu hidup ini ke dalam

Alkitab. Akibatnya, yah itu tadi, Alkitab terkesan nggak bisa mengadopsi problema

kehidupan ini. Nggak heran kalo orang mulai mempertanyakan Alkitab dan sampai sejauh mana

standar moralitas seorang Kristen. Yang seharusnya kita lakukan adalah memasukkan pesan

Alkitab ke dalam isu-isu kehidupan ini bukan memasukkan isu-isu kehidupan ini ke

dalam Alkitab.

Misalkan tentang boleh atau tidak merokok dan aborsi. Bila kita mencoba merujuk kedua hal

ini ke dalam Alkitab, pasti nggak ketemu. Namun, bila kita merujuk Alkitab ke dalam dua hal

ini pasti ketemu. Bisa dimengerti nggak maksud saya ini? Alkitab mengatakan, bahwa tubuh

kita adalah bait Allah. Alkitab juga mengatakan bahwa Tuhan merajut manusia semenjak di

dalam kandungan. Secara sederhana artinya adalah, merokok dan aborsi adalah sesuatu yang

berdosa di hadapan Tuhan. (Terlepas dari debat antara agama dan medis)

Ada seorang teman yang berkata, “Ngedugem boleh nggak sih?” Bila kita mencoba
merujuk hal ini ke dalam Alkitab, pasti nggak ketemu kata ngedugem di sana.
Namun bila kita merujuk Alkitab ke dalam hal ini, pasti ada jawabannya. Mau
tahu jawabannya? Saya rasa sudah pada tahu semua yaa.

src="http://www.unitedfool.com/images/smileys/orangesmile.gif" width="15" height="15"/>

Intinya adalah, tidak ada satupun masalah dalam hidup ini yang tidak bisa
diselesaikan. Walaupun harus kita akui juga, ada beberapa misteri dimana hanya
Tuhan sendiri yang tahu jawabannya. Namun, terlepas dari itu, Alkitab sudah
memberikan solusi terbaik untuk kehidupan setiap orang percaya. Tergantung
bagaimana cara kita mengaplikasikannya dalam kehidupan kita.

Popularity: 1% [?]

  • Share/Bookmark

Tulisan Terkait

4 Comments »

  • putri says:

    Mungkin Alkitab memiliki semua jawaban atas setiap masalah yg kita hadapi dalam konteks pilihan antara boleh atau tdk boleh dilakukan. Tapi saya ada 1 pertanyaan diluar masalah pilihan, seperti yg ditulis di artikel bhw Tuhan merajut manusia sejak dalam kandungan, tapi ada juga manusia yg dicipta Tuhan dengan masalah lesbi / homo itu bagaimana? sebenarnya manusia yg bertitel seperti itu juga tidak ingin seperti itu, apakah itu hanya semata-mata karena dosa, lalu dosa siapa?

  • riel says:

    Esensi dari Alkitab sebenarnya bukanlah pilihan antara apa yang boleh atau apa yang tidak boleh dilakukan melainkan pengambilan keputusan yang dilandasi kasih yang tulus kepada Allah untuk menaati segala perintah-Nya.

    Putri mengatakan “ada juga manusia yg dicipta Tuhan dengan masalah lesbi / homo itu bagaimana?” Yang perlu Putri pahami disini adalah Tuhan tidak pernah menciptakan manusia homo/lesbi. Kelainan ini biasanya disebabkan oleh lingkungan, didikan yang salah, trauma, atau mungkin dosa keturunan.

    Seorang homo/lesbi yang sudah terlanjur jatuh ke dalam penyimpangan ini, masih bisa berubah. Kesaksian-kesaksian yang mengisahkan tentang bertobatnya seorang homo/lesbi setelah dilawat dan dipulihkan oleh Tuhan memberikan bukti bahwa tiada yang mustahil bagi Tuhan.

    Ada banyak sekali ditemukan di lapangan tentang homo/lesbi yang ingin berubah/sebenarnya tidak kepingin seperti itu, dimana perasaan bersalah mereka itu didasarkan pada nurani yang masih bisa membedakan mana yang baik dan mana yang salah. Saya mau mengatakan, selalu ada kesempatan bagi mereka untuk berubah dengan bertobat dan membuka diri untuk diubah oleh Kristus.

  • vincent says:

    Halo temen-temen di dalam Kristus,

    Aku setuju ama Riel. Jadi Firman Tuhan dalam Alkitab itu harus disadari dulu sebagai kebenaran yang harus kita pegang.

    Dalam Alkitab ditulis dalam kitab Kejadian 1, ayat 27 :
    Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.

    Jadi Tuhan tidak pernah menciptakan yang lain selain Laki-laki dan Perempuan, Tuhan tidak menciptakan Waria (Wanita Pria), Homoseks maupun lesbian.

    Untuk masalah homoseksualitas Alkitab dengan jelas mengatakan mengatakan dalam kitab Imamat 18, ayat 22:
    Janganlah engkau tidur dengan laki-laki secara orang bersetubuh dengan perempuan, karena itu suatu kekejian.

    Jadi Homoseks maupun Lesbian adalah manusia yang mengalami keterikatan dengan kuasa jahat yang menyebabkan mereka terlibat dalam penyimpangan seksual tersebut.

    Tapi perlu diketahui bahwa kita telah ditebus dengan darah Kristus dan dengan demikian bila orang yang mengalami kelainan seksualitas seperti ini mau menyerahkan diri mereka ke dalam kasih Tuhan kita, Yesus Kristus, dan menerima dia sebagai Tuhan dan juru selamat mereka, Aku yakin Tuhan Yesus akan melepaskan mereka dari keterikatan itu.

    Berikut kesaksian dari seseorang yang telah berhasil melepaskan dirinya dari keterikatan penyimpangan seksual ini. Silakan baca kesaksiannya di
    http://cbn.or.id/kisah/detail.asp?kat=Penyimpangan%20Sexual&kode=157

    GBU all,

  • tuan yesus says:

    ingat ya pesan ku :
    makanya kalo kalian berhubungan badan dengan isteri atau suami kalian haruslah berdo’a dulu : kayak orang islam dong… jangan asal tubruk.. jadi setan dan iblis biar nggak ikutan nebeng nah kalo setan dan iblis ikutan andil anaknya nanti lahir jadi lesbi atau homo…. ingat ya pesan ku …!!!!

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.